Tehran, Purna Warta – Wakil Ketua Parlemen Iran Hamid Reza Hajibabaei mengatakan bahwa Iran tidak boleh melepaskan pilihan-pilihan berharganya untuk mengendalikan arus energi di kawasan, ketika negara tersebut berupaya mematahkan blokade maritim yang diberlakukan Amerika Serikat.
Hajibabaei mengatakan dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran pada Minggu bahwa setiap tindakan di kawasan yang bertujuan melemahkan kendali Iran atas arus energi dari kawasan tersebut harus dilawan tanpa pengecualian.
Ia mengusulkan agar rencana negara-negara kawasan untuk menghindari pembatasan Iran di Selat Hormuz, di Teluk Persia.
“Kita harus memblokade, blokade ekonomi Amerika Serikat. Setiap langkah yang mengarah pada upaya menghindari Selat Hormuz atau membantu Amerika Serikat memberikan tekanan ekonomi terhadap bangsa Iran pada hakikatnya merupakan tindakan perang terhadap Republik Islam,” ujarnya.
“Tindakan negara-negara yang membantu menghindari selat ini harus dipantau dan dihadapi.”
Iran mulai membatasi arus minyak dan gas melalui Selat Hormuz pada awal Maret, beberapa hari setelah Amerika Serikat dan rezim Israel melancarkan perang agresi terhadap Iran.
Pembatasan tersebut menyebabkan kenaikan besar harga energi dan komoditas global, sehingga mendorong pemerintah AS memberlakukan blokade maritim terhadap Iran dalam upaya memaksa negara tersebut mencabut pembatasannya.
Negara-negara lain di kawasan juga berupaya menghindari pembatasan di selat tersebut dan mengirimkan minyak kepada para pelanggan melalui jaringan pipa atau pelabuhan-pelabuhan lain di luar Teluk Persia.
Hajibabaei mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk membuat blokade Amerika Serikat tidak efektif adalah dengan memperketat kendali Iran atas arus energi di kawasan.
“Pengelolaan energi adalah hal yang memaksa Amerika Serikat dan Eropa untuk mundur. Jika ekspor energi dari Teluk Persia dikendalikan dan dikelola, blokade Amerika Serikat akan menjadi tidak efektif,” ujarnya.


