Upaya Diplomatik Iran: Menlu Menenangkan Qatar di Tengah Serangan Balik terhadap Pangkalan AS

Teheran, Purna Warta – Menepis kekhawatiran menyusul serangan rudal Iran terhadap pangkalan AS di Qatar, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menegaskan kembali komitmen Teheran untuk memelihara hubungan persahabatan dengan negara-negara tetangga di kawasan, dan mengaitkan ketegangan tersebut dengan agresi militer eksternal.

Dalam percakapan telepon pada hari Senin, Araqchi dan mitranya dari Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, membahas perkembangan terkini di kawasan tersebut dan konsekuensi agresi militer oleh AS dan rezim Israel terhadap Iran, serta hubungan bilateral antara Teheran dan Doha.

Menteri Luar Negeri Qatar tersebut menegaskan kembali posisi prinsip negaranya yang menentang penggunaan kekerasan dan menekankan pentingnya menghormati kedaulatan nasional dan integritas teritorial Iran. Ia juga menekankan perlunya penghentian perang segera dan pemulihan stabilitas dan keamanan di kawasan tersebut.

Sementara itu, Araqchi menekankan komitmen Iran untuk mempertahankan dan meningkatkan hubungan persahabatan dengan negara-negara di kawasan, termasuk Qatar.

Ia menyatakan bahwa situasi saat ini semata-mata merupakan akibat dari agresi militer AS dan rezim Israel terhadap Iran, serta penyalahgunaan pangkalan dan aset militer AS di negara-negara regional untuk melakukan agresi militer terhadap Iran. Araqchi menyatakan harapan bahwa negara-negara di kawasan tersebut akan berupaya untuk mencapai perdamaian dan keamanan yang bersifat kolektif dan endogen.

Menteri Luar Negeri Iran itu juga merinci kejahatan yang dilakukan oleh AS dan rezim Zionis terhadap rakyat Iran, menegaskan tekad Iran yang teguh untuk mempertahankan kedaulatan nasional dan integritas wilayahnya.

Araqchi menyatakan bahwa kejahatan perang keji yang dilakukan oleh AS dan rezim Israel, khususnya serangan terhadap sekolah, universitas, rumah sakit, infrastruktur industri dan produksi, serta fasilitas nuklir, harus dituntut dan dihukum di pengadilan domestik dan pengadilan internasional.

Amerika Serikat dan rezim Israel melancarkan kampanye militer besar-besaran tanpa provokasi terhadap Iran setelah pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam saat itu, Ayatollah Seyed Ali Khamenei, bersama beberapa komandan militer senior dan warga sipil pada 28 Februari.

Serangan tersebut melibatkan serangan udara ekstensif terhadap lokasi militer dan sipil di seluruh Iran, menyebabkan banyak korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang meluas.

Sebagai tanggapan, Angkatan Bersenjata Iran telah melakukan operasi pembalasan, menargetkan posisi Amerika dan Israel di wilayah pendudukan dan di pangkalan regional dengan gelombang rudal dan drone.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *