Suriah, Purna Warta – Perwakilan khusus Presiden Amerika Serikat untuk urusan Suriah pada hari Jumat menyatakan bahwa Washington berupaya mendorong Suriah dan Lebanon untuk menyetujui normalisasi hubungan dengan Israel.
Menurut laporan, Thomas Joseph Barrack, utusan khusus Presiden AS untuk Suriah, mengungkapkan bahwa Washington sedang berupaya menekan otoritas yang berkuasa di Damaskus agar menerima kesepakatan normalisasi hubungan dengan Israel.
Berdasarkan laporan, Barrack setelah bertemu dengan Ahmad al-Sharaa, presiden sementara Suriah yang melakukan kunjungan ke Antalya, mengatakan:
“Suriah telah bertindak bijaksana dengan tidak terlibat konflik dengan Israel setelah peristiwa 7 Oktober.”
Jaringan Al Jazeera mengutip pernyataannya:
“Al-Sharaa menegaskan bahwa ia tidak ingin berperang dengan Israel dan tidak ada satu pun rudal yang ditembakkan dari Suriah ke arah Israel.”
Pejabat AS tersebut kemudian menyatakan:
“Waktu untuk melanjutkan kembali negosiasi antara Suriah dan Israel telah tiba, dan bahkan mungkin kita akan mencapai kesepakatan normalisasi sebelum Lebanon.”
Terkait gencatan senjata di Lebanon, Barrack juga mengklaim:
“Presiden Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio telah menekan Israel dan mengatakan bahwa sekarang saatnya gencatan senjata dengan Lebanon.”
Ia juga menambahkan:
“Joseph Aoun, Presiden Lebanon, dan Nawaf Salam, Perdana Menteri negara tersebut, adalah pemimpin terbaik yang pernah memimpin Lebanon. Namun, kami juga perlu membuka jalur komunikasi dengan Hizbullah.”
Menurut laporan Al Jazeera, Duta Besar AS untuk Turki itu melanjutkan:
“Kami mengupayakan kesepakatan normalisasi antara Israel dan Lebanon serta pelucutan senjata Hizbullah.”
Barrack menambahkan bahwa gencatan senjata antara Israel dan Lebanon akan berjalan secara bertahap, dan perlu dilakukan evaluasi terhadap kekurangan dalam kesepakatan tahun 2024.
Upaya Diplomasi Regional dan Peran AS
Pernyataan Barrack muncul di tengah meningkatnya upaya diplomatik Amerika Serikat di kawasan, termasuk dalam konflik Iran. Presiden AS Donald Trump sebelumnya dilaporkan “sangat ingin” mengakhiri perang dengan Iran dan bahkan disebut siap memberikan sejumlah konsesi demi mempercepat tercapainya kesepakatan.
Dalam konteks yang lebih luas, Washington juga mendorong stabilitas kawasan melalui berbagai jalur, termasuk gencatan senjata antara Israel dan Lebanon serta pembukaan kembali jalur negosiasi di beberapa front konflik.
Sementara itu, Presiden sementara Suriah Ahmad al-Sharaa sebelumnya menegaskan bahwa negosiasi dengan Israel belum menemui jalan buntu, meskipun berlangsung dengan kesulitan besar. Damaskus disebut tetap berkomitmen pada jalur diplomasi untuk mencapai kesepakatan keamanan yang dapat menjaga stabilitas kawasan.
Normalisasi dan Stabilitas
Upaya normalisasi hubungan antara negara-negara Arab dan Israel kembali mengemuka sebagai bagian dari strategi lebih luas untuk menciptakan stabilitas regional. Selain Suriah, Lebanon juga disebut tengah berada dalam proses yang mengarah pada normalisasi, meskipun menghadapi tantangan internal seperti peran Hizbullah.


