Sky News Klaim Trump “Sangat Ingin” Mengakhiri Perang dengan Iran

Sky News

London, Purna Warta – Situs jaringan televisi Sky News Inggris melaporkan bahwa, menurut sejumlah laporan, Donald Trump siap memberikan konsesi karena “sangat ingin” mengakhiri perang dengan Iran.

Sky News menulis:
“Seorang pejabat senior dari kawasan Teluk mengatakan kepada Politico bahwa Donald Trump sangat ingin mengakhiri perang dengan Iran. Pekan lalu, Presiden Amerika Serikat menyebut serangan Israel ke Lebanon selatan sebagai ‘konflik terpisah’ dan menegaskan bahwa kesepakatan gencatan senjata dengan Iran tidak mencakup Lebanon. Hal ini menjadi salah satu perbedaan jelas antara Teheran dan Washington, setelah perundingan akhir pekan lalu di Islamabad gagal. Kini tampaknya Trump berhasil menghindari hambatan besar, karena pembicaraan dijadwalkan akan dilanjutkan.”

Pejabat senior Teluk tersebut menambahkan:
“Saya pikir dia akan menerima lebih banyak kompromi, karena dia sangat ingin mengakhiri perang ini.”

Sky News juga menyebutkan:
“Trump serius dalam negosiasi, namun pihak Iran sejauh ini menolak memberikan hal yang ia butuhkan untuk menjaga citra dan melangkah maju.”

Menurut laporan tersebut, poin paling sensitif dalam perselisihan antara Amerika Serikat dan Iran adalah isu pengayaan uranium oleh Teheran. Sementara Amerika Serikat menginginkan Iran menghentikan pengayaan selama 20 tahun, usulan balasan dari Teheran adalah maksimal lima tahun. Iran bersikeras bahwa program nuklirnya bertujuan damai dan harus tetap dipertahankan.

Perkembangan Diplomasi dan Negosiasi

Perundingan antara Teheran dan Washington yang berlangsung di Islamabad, Pakistan, sebelumnya berakhir tanpa kesepakatan. Namun, kedua pihak sepakat untuk melanjutkan dialog. Terdapat indikasi bahwa pemerintahan Trump bersedia menunjukkan fleksibilitas lebih besar dalam beberapa isu guna mempercepat tercapainya kesepakatan.

Isu Kunci: Program Nuklir Iran

Salah satu hambatan utama dalam negosiasi tetap isu pengayaan uranium. Amerika Serikat mengusulkan penghentian jangka panjang selama 20 tahun, sementara Iran hanya bersedia membatasi hingga sekitar lima tahun. Perbedaan ini menjadi titik krusial yang menentukan arah pembicaraan ke depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *