Serangan Zionis ke Lebanon Berlanjut Bersamaan Dengan Dimulainya Perundingan di Gedung Putih

Serangan lebanon

Beirut, Purna Warta – Bersamaan dengan dimulainya putaran kedua perundingan antara Tel Aviv dan Beirut di Gedung Putih, pelanggaran gencatan senjata oleh rezim Israel di Lebanon selatan meningkat.

Menurut laporan Al Jazeera, sebuah drone Israel pada hari Kamis menargetkan sebuah kendaraan di jalan Nabatieh–Choukin di Lebanon selatan. Serangan rezim pendudukan itu menyebabkan gugurnya tiga warga Lebanon yang menurut klaim tentara pendudukan merupakan anggota Hizbullah.

Berdasarkan laporan tersebut, media-media Israel melaporkan bahwa angkatan udara rezim ini melancarkan serangan udara ke Lebanon selatan setelah adanya peluncuran rudal ke arah Galilea Atas.

Koresponden Al Jazeera pada Kamis malam juga melaporkan bahwa tentara pendudukan Israel menyerang kawasan Al-Rayhan di selatan.

Pada Kamis malam, tentara Israel juga membombardir sejumlah kota di Lebanon selatan, sementara artileri rezim tersebut menembaki kota-kota selatan lainnya.

Di sisi lain, tentara pendudukan Israel pada hari Kamis mengeluarkan peringatan kepada penduduk Lebanon selatan agar selain tidak kembali ke 57 desa di Lebanon selatan, mereka juga tidak bergerak ke arah selatan melewati garis beberapa desa, serta tidak mendekati kawasan Sungai Litani, Wadi Al-Sulhani, dan Al-Salouqi.

Respons Hizbullah terhadap pelanggaran gencatan senjata oleh rezim Zionis

Sebagai balasan, Hizbullah mengumumkan bahwa sebagai respons atas pelanggaran gencatan senjata oleh rezim Zionis dan penargetan kawasan Yater di Lebanon selatan, mereka telah menembakkan rentetan rudal ke kota Shtula di utara wilayah pendudukan.

Dalam pernyataannya, Hizbullah mengatakan para pejuangnya juga menembaki konsentrasi pasukan yang terkait dengan tentara Israel di kota Bint Jbeil di Lebanon selatan.

Kelompok itu menambahkan bahwa mereka menyerang sebuah buldoser militer Israel dengan drone ketika sedang menghancurkan rumah-rumah di kota Rshaf di Lebanon selatan.

Sementara itu, lembaga penyiaran Israel melaporkan bahwa seorang tentara cadangan terluka setelah personel tentara Israel menjadi sasaran serangan drone Hizbullah di Lebanon selatan.

Peningkatan ketegangan oleh Israel ini terjadi menjelang pertemuan pendahuluan kedua antara Lebanon dan Israel yang diadakan pada Jumat dini hari di Gedung Putih, Washington.

Putaran kedua perundingan ini digelar setelah perundingan awal di Washington pada 14 April, yang diakhiri dengan pengumuman bersama dari Amerika Serikat, Israel, dan Lebanon untuk melanjutkan negosiasi demi mencapai kesepakatan permanen.

Situasi di perbatasan Israel–Lebanon memang tetap rapuh sejak gencatan senjata diumumkan, dan berbagai media internasional seperti Reuters dan Al Jazeera terus melaporkan saling serang sporadis serta upaya diplomatik yang berlangsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *