Serangan Drone Israel Terbaru Tewaskan Satu Orang di Lebanon Selatan Meski Ada Gencatan Senjata

Lebanon s

Lebanon, Purna Warta – Pihak berwenang Lebanon menyatakan bahwa militer Israel kembali menyerang wilayah selatan provinsi Nabatieh, menewaskan sedikitnya satu orang dalam pelanggaran terang-terangan terbaru terhadap perjanjian gencatan senjata yang rapuh.

Menurut laporan dari Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA), sebuah drone Israel menembakkan dua rudal berpemandu ke arah sebuah kendaraan pada Senin sore saat mobil itu melintasi jalan antara desa Zefta dan wilayah Numairiyah.
Akibat serangan udara tersebut, kendaraan itu terbakar hebat dan terdorong ke pinggir jalan karena kekuatan ledakan.

Serangan ini terjadi sehari setelah satu anggota gerakan perlawanan Hizbullah gugur dan tiga warga sipil Lebanon terluka akibat serangan udara Israel yang menargetkan sepeda motor di jalan Chehabiyeh-Kfar Dounin di Lebanon selatan.

Sumber keamanan Lebanon, yang berbicara tanpa menyebut nama, mengidentifikasi korban sebagai Ali Shafiq Qanso.
Ia menambahkan bahwa tiga warga sipil kebetulan sedang melintas di lokasi saat serangan terjadi.

Sumber dari Pertahanan Sipil Lebanon menyatakan bahwa tim penyelamat telah membawa jenazah korban dan tiga orang yang terluka ke rumah sakit di kota Tyre, Lebanon selatan, seraya menambahkan bahwa salah satu korban luka dalam kondisi kritis.

Israel Langgar Gencatan Senjata yang Berlaku Sejak November 2024

Setelah mengalami kerugian besar selama hampir 14 bulan konflik dan gagal mencapai tujuannya dalam ofensif terhadap Lebanon, Israel terpaksa menerima gencatan senjata dengan Hizbullah, yang mulai berlaku pada 27 November 2024.

Namun sejak saat itu, pasukan pendudukan Israel tetap melancarkan serangan ke Lebanon, termasuk serangan udara yang tersebar di seluruh negeri Arab tersebut, melanggar perjanjian gencatan senjata.

Pada 27 Januari, Lebanon mengumumkan keputusan untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Israel hingga 18 Februari.
Meskipun tenggat waktu itu telah berlalu, Israel tetap menduduki lima wilayah penting di Lebanon selatan, yaitu Labbouneh, Gunung Blat, Bukit Owayda, Aaziyyeh, dan Bukit Hammamis, semuanya terletak di dekat perbatasan.

Pemerintah Lebanon mengutuk keberadaan militer Israel yang berkelanjutan tersebut dan menganggapnya sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata serta tenggat waktu penarikan yang telah ditetapkan.
Para pejabat senior di Beirut menyatakan komitmennya untuk mengambil “segala langkah yang diperlukan” demi mengusir pasukan pendudukan dari wilayah Lebanon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *