Sekretaris Jenderal PBB Mengecam Agresi Israel di Lebanon sebagai Ancaman bagi Perdamaian Regional

Newyork, Purna Warta – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dengan tegas mengecam serangan mematikan Israel di Lebanon, memperingatkan tentang meningkatnya korban sipil dan risiko terhadap upaya gencatan senjata regional.

Pernyataan Sekretaris Jenderal PBB, yang dikeluarkan pada hari Rabu, menyoroti kerugian manusia yang dahsyat akibat serangan 8 April, yang menyebabkan ratusan warga sipil tewas atau terluka, termasuk anak-anak, dan menimbulkan kerusakan luas pada infrastruktur sipil.

Guterres menyatakan kesedihan yang mendalam atas meningkatnya korban sipil dan dengan tegas menolak hilangnya nyawa orang tak bersalah, menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Lebanon sambil mendoakan kesembuhan yang cepat bagi para korban luka.

Pernyataan tersebut menggarisbawahi bahwa agresi militer Israel yang berkelanjutan di Lebanon menimbulkan ancaman serius terhadap gencatan senjata Iran-AS yang baru saja diumumkan—gencatan senjata selama dua minggu yang bertujuan untuk membuka jalan bagi kesepakatan akhir untuk mengakhiri perang AS-Israel di Iran, yang dimulai pada 28 Februari.

“Sekretaris Jenderal mengulangi seruannya yang mendesak kepada semua pihak untuk segera menghentikan permusuhan,” demikian penekanan pernyataan tersebut, memperingatkan bahwa kekerasan yang berkelanjutan dapat merusak jalan yang rapuh menuju perdamaian abadi.

Guterres menekankan kewajiban semua pihak untuk menjunjung tinggi hukum internasional, khususnya hukum humaniter internasional, yang mewajibkan perlindungan warga sipil dan infrastruktur sipil. Ia menyebut serangan terhadap warga sipil sebagai “tidak dapat diterima” dan menegaskan kembali bahwa “tidak ada solusi militer” untuk konflik tersebut.

Sebaliknya, ia mendesak semua pihak untuk memprioritaskan jalur diplomatik dan sepenuhnya menerapkan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, yang menyerukan penghentian permusuhan dan penghormatan terhadap kedaulatan Lebanon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *