Teheran, Purna Warta – Dalam serangkaian acara berkabung nasional yang dijadwalkan untuk menghormati hari ke-40 setelah kemartiran Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei, Iran akan mengadakan pertemuan peringatan, pidato, dan doa untuk memperingati warisan almarhum Pemimpin.
Dewan Koordinasi Dakwah Islam Iran pada hari Senin mengumumkan program untuk memperingati hari ke-40 setelah kemartiran Ayatollah Seyed Ali Khamenei. Dewan tersebut mengundang semua warga Iran yang mulia untuk berpartisipasi dengan kehadiran maksimal dan teguh, menciptakan adegan epik abadi lainnya.
Pada hari Rabu, 8 April, bertepatan dengan malam ke-40 setelah wafatnya Ayatollah Seyed Ali Khamenei, upacara berkabung, tradisi memukul dada oleh kelompok-kelompok berkabung, pidato penghormatan, mengenang tragedi tersebut, dan pembacaan Al-Quran akan diadakan di semua alun-alun utama, masjid, dan tempat-tempat suci di seluruh negeri mulai pukul 20.00 waktu setempat. Pada malam yang penuh berkah ini, para pelayat akan berkumpul untuk secara spiritual dan sepenuh hati memuliakan semangat mulia almarhum pemimpin.
Pada hari Kamis, 9 April, kelompok-kelompok berkabung dan asosiasi keagamaan akan berpawai dari Lapangan Jomhuri-e-Eslami (Republik Islam) di Teheran menuju lokasi di depan tempat wafatnya Ayatollah Seyed Ali Khamenei mulai pukul 09.00, waktu ketika Ayatollah Seyed Ali Khamenei gugur pada tanggal 28 Februari.
Akan ada juga pembacaan doa bersama untuk kesehatan Imam al-Mahdi (AS), yang menampilkan suara almarhum pemimpin, pada pukul 21.00 di alun-alun dan tempat-tempat suci.
Pada hari Jumat, 10 April, sebelum shalat Jumat yang agung, yang dimulai pukul 10 pagi secara serentak di seluruh negeri, akan diadakan upacara peringatan 40 hari berkabung untuk Ayatollah Seyed Ali Khamenei.
Acara ini akan mencakup serangkaian program spiritual dan epik seperti pertemuan Al-Quran, penyelesaian pembacaan Al-Quran, pembacaan Surah Al-Fath secara bersama-sama, pembacaan doa ke-14 dari Al-Sahifa al-Sajjadiyya, elegi oleh para pelayat Ahl al-Bayt (AS), penampilan paduan suara, pembacaan ikrar kepada Pemimpin yang syahid, dan pidato-pidato berkabung untuk Ayatollah Seyed Ali Khamenei, dengan kehadiran dan partisipasi masyarakat umum serta aktivis dari masjid dan asosiasi keagamaan di seluruh negeri.
Dewan Koordinasi Dakwah Islam juga mengumumkan bahwa upacara berkabung di rumah akan diadakan mulai tanggal 8 hingga 10 April oleh masyarakat di rumah masing-masing, bersamaan dengan pembacaan Surah Al-Fath secara massal, yang didedikasikan untuk kemenangan bangsa Iran yang heroik dan Front Perlawanan.
AS dan rezim Israel melancarkan kampanye militer skala besar tanpa provokasi terhadap Iran setelah pembunuhan Ayatollah Seyed Ali Khamenei, bersama dengan beberapa komandan militer senior dan warga sipil pada tanggal 28 Februari.
Serangan tersebut melibatkan serangan udara yang luas terhadap lokasi militer dan sipil di seluruh Iran, menyebabkan banyak korban dan kerusakan infrastruktur yang meluas.
Sebagai tanggapan, Angkatan Bersenjata Iran telah melakukan operasi pembalasan, menargetkan posisi Amerika dan Israel di wilayah pendudukan dan di pangkalan regional dengan gelombang rudal dan drone.


