Reaksi Hamas Terhadap Kejahatan Rezim Zionis dalam Pembunuhan Jurnalis Lebanon

Hamas x

Al-Quds, Purna Warta – Menurut laporan Pusat Informasi Palestina, Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) dalam sebuah pernyataan resmi mengecam keras serangan tentara pendudukan Zionis terhadap sebuah kendaraan yang membawa para jurnalis di Lebanon selatan. Serangan tersebut menyebabkan gugurnya Ali Shuaib, jurnalis jaringan Lebanon Al-Manar; Fatemeh Fattouni, jurnalis jaringan Al-Mayadeen; serta Mohammad Fattouni, fotografer berita dari jaringan tersebut.

Baca juga: Al-Ahed: Tel Aviv dan Washington Terjebak dalam Perangkap Strategis

Hamas menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan kelanjutan dari kebijakan kriminal yang menargetkan para pekerja media.

Gerakan Hamas menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap seluruh hukum dan norma internasional, serta hukum yang mengatur konflik bersenjata. Menurut Hamas, serangan itu merupakan bagian dari kebijakan terarah pemerintah Zionis untuk menargetkan para jurnalis yang meliput peristiwa di lapangan dan menyampaikan fakta kepada publik.

Dalam lanjutan pernyataan itu disebutkan bahwa pengakuan tanggung jawab atas serangan tersebut oleh militer Zionis serta kebanggaan mereka dalam menargetkan para jurnalis menunjukkan sikap tidak peduli rezim tersebut terhadap masyarakat internasional serta terhadap hukum dan perjanjian global. Hal itu juga mencerminkan jaminan impunitas terhadap kejahatan-kejahatan yang dilakukan dengan dukungan Amerika Serikat di hadapan dunia.

Hamas juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya para pekerja media yang di Lebanon, Palestina, dan wilayah lain sering menjadi sasaran serangan yang disengaja dan terorganisir.

Gerakan tersebut menyerukan kepada masyarakat internasional, lembaga hak asasi manusia, organisasi media, serta para jurnalis di seluruh dunia untuk mengecam tindakan tersebut, mendorong penerapan sanksi, serta menuntut pertanggungjawaban para pelaku, sekaligus mengungkap kejahatan-kejahatan terhadap kemanusiaan tersebut.

Reaksi dan perkembangan terkait

Kejadian ini memicu reaksi luas di tingkat internasional. Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Iran juga mengecam keras serangan terhadap kendaraan yang membawa para jurnalis Lebanon tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional serta contoh nyata kejahatan perang.

Selain itu, Kementerian Luar Negeri Rusia melalui juru bicaranya juga menyatakan bahwa serangan yang menewaskan para jurnalis di Lebanon merupakan kejahatan yang memerlukan penyelidikan internasional dan penuntutan terhadap pihak yang bertanggung jawab.

Baca juga: Mengapa Donald Trump Berbohong Tentang Negosiasi Dengan Iran? Narasi Washington untuk Mengelola Biaya Perang

Serangan terhadap pekerja media ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Asia Barat, di mana konflik yang melibatkan Israel, Iran, serta berbagai kelompok perlawanan regional telah memperluas risiko keamanan, termasuk bagi jurnalis yang meliput perkembangan konflik di lapangan.

Berbagai organisasi media dan lembaga hak asasi manusia juga memperingatkan bahwa penargetan jurnalis di wilayah konflik dapat mengancam kebebasan pers serta keselamatan pekerja media, dan mendesak agar perlindungan terhadap wartawan sesuai hukum internasional ditegakkan secara serius.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *