Doha, Purna Warta – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan bahwa kini giliran Israel untuk merespons pembicaraan gencatan senjata di Gaza, sambil menyuarakan kekhawatiran bahwa rezim tersebut tampaknya enggan menanggapi proposal gencatan senjata dan pertukaran tawanan yang telah disetujui oleh Hamas lebih dari sepekan lalu.
Baca juga: Ahli Hukum Serukan Pencopotan Hakim ICJ Sebutinde karena Bias Pro-Israel
“Pernyataan [dari Israel] yang kami dengar saat ini tidak membuat kami yakin,” ujar Majed al-Ansari, Jubir Qatar seraya menggambarkan kesepakatan terbaru itu sebagai “hampir identik” dengan rencana yang sebelumnya didukung oleh AS.
Ia menegaskan bahwa mereka masih menunggu tanggapan resmi dari Israel, dengan menekankan bahwa hingga kini belum ada jawaban, baik berupa penerimaan, penolakan, maupun usulan alternatif.
Tawaran terbaru dari para mediator mencakup gencatan senjata awal selama 60 hari yang dipadukan dengan pertukaran bertahap tawanan Israel dengan tahanan Palestina. Namun, Israel tampak enggan bergeser dari tuntutannya agar semua tawanan dibebaskan sekaligus.
Meskipun tidak secara langsung menyinggung proposal tersebut, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan instruksi untuk membuka perundingan baru dengan tujuan membebaskan tawanan di bawah syarat yang dapat diterima Israel. Ia juga menegaskan kembali rencana militer Israel untuk maju merebut Kota Gaza.
Al-Ansari menekankan bahwa para mediator tidak “menganggap serius” pengumuman-pengumuman yang dibuat di luar proses negosiasi formal.
“Selain itu hanyalah manuver politik dari pihak Israel,” komentarnya.
Namun, ia memperingatkan bahwa eskalasi operasi militer Israel di lapangan terus meluas dan menegaskan bahwa hal itu tidak akan menghasilkan dampak positif.
Baca juga: Israel Bombardir Rumah Sakit Gaza setelah Tenaga Medis Asing Diperintahkan Keluar
Ia mendesak masyarakat internasional untuk menekan Israel agar segera mencapai kesepakatan.
Hamas dan rezim Israel telah melakukan beberapa putaran pembicaraan terkait pertukaran tawanan, namun sejauh ini tidak membuahkan hasil.
Pihak Palestina mengatakan bahwa penolakan rezim untuk menarik seluruh pasukan dari Gaza dan mengakhiri perang genosida merupakan faktor utama yang menghambat tercapainya kesepakatan.


