Tehran, Purna Warta – Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, mengatakan bahwa Tehran telah menerima pesan dari negara-negara tetangga mengenai upaya untuk membentuk tatanan regional baru, termasuk proposal untuk pengaturan keamanan dan kerja sama ekonomi.
Dalam unggahan di akun X-nya pada hari Sabtu, Qalibaf mengatakan bahwa negara-negara tetangga telah mengirimkan “banyak pesan” kepada Iran tentang pengembangan kerangka keamanan baru dan perluasan kerja sama ekonomi di seluruh kawasan.
Ia mengkritik tajam kebijakan regional Washington, menambahkan bahwa AS telah membahayakan keamanan sekutu-sekutunya melalui “tindakan bullying” dan “pengabaian” terhadap kepentingan mereka demi kepentingan Israel.
“Amerika Serikat membahayakan keamanan setiap sekutunya melalui tindakan bullying dan pengabaian total terhadap kepentingan mereka demi kepentingan Israel,” tulis politisi senior Iran tersebut.
Qalibaf mengatakan bahwa beberapa negara di kawasan sempat melihat seluruh eksistensi mereka terancam sebagai akibat dari tindakan Washington.
“Tatanan yang lahir dari dalam dan mandiri adalah apa yang sesungguhnya akan menghadirkan perdamaian dan keamanan,” tulisnya.
Pada hari Senin, seorang diplomat Arab mengatakan kepada Press TV bahwa ketidakpuasan yang meluas terhadap keputusan Presiden AS Donald Trump yang “ceroboh” dan sikapnya yang “merendahkan” terhadap sekutu-sekutu AS di kawasan telah memperlebar kesenjangan kepercayaan antara Washington dan negara-negara regional yang berpengaruh.
Sumber tersebut menjelaskan bahwa negara-negara kawasan telah menyadari bahwa Washington tidak hanya gagal dalam konfrontasi militernya dengan Iran, tetapi juga tidak memiliki kapabilitas dan kepercayaan diri untuk mencapai pemahaman diplomatik dengan Tehran.


