Teheran, Purna Warta – Presiden Masoud Pezeshkian menegaskan kembali komitmen Iran terhadap hukum internasional dan mengupayakan hubungan damai dengan semua negara, sekaligus menolak tuduhan terkait program nuklirnya.
Baca juga: Juru Bicara Iran Kecam Serangan Israel terhadap Kapal Bantuan Menuju Gaza
Berbicara kepada Fox News di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-80, Pezeshkian menekankan bahwa Iran tidak pernah berupaya mengembangkan senjata nuklir, dan menyatakan bahwa ambisi tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip Republik Islam dan fatwa Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Sayyid Ali Khamenei.
Menanggapi tuduhan AS, ia menepis klaim tentang program nuklir Iran sebagai klaim yang tidak berdasar. “Kami ingin hidup dalam damai dan aman dengan semua negara dan negara tetangga kami,” ujarnya, seraya menekankan dialog sebagai satu-satunya cara efektif untuk menyelesaikan sengketa dalam kerangka hukum internasional.
Beralih ke krisis kemanusiaan di Gaza, Pezeshkian menyatakan harapan bahwa negosiasi dapat meredakan blokade dan memberikan kelegaan bagi mereka yang menderita. “Jika perundingan dapat membantu mengakhiri kelaparan dan penderitaan di Gaza, itu akan menjadi pencapaian yang berarti,” ujarnya.
Menanggapi komentar Presiden AS Donald Trump tentang kebijakan Israel di Tepi Barat, Pezeshkian menyambut baik pengakuan bahwa rezim Israel harus mengubah arahnya. Ia mengutuk tragedi kemanusiaan yang disebabkan oleh tindakan Israel, mengecam rezim tersebut karena melanggar hukum internasional dan menimbulkan penderitaan yang luar biasa.
Mengenai energi nuklir, Pezeshkian menegaskan kembali pendirian Iran bahwa programnya sepenuhnya damai. Ia menegaskan kesediaan Teheran untuk mengizinkan inspeksi internasional guna memverifikasi kegiatannya dan menekankan bahwa Iran tidak berniat mengembangkan senjata nuklir.
Mengomentari pengayaan uranium Iran, yang telah mencapai 60%, ia menjelaskan bahwa hal ini merupakan konsekuensi langsung dari penarikan AS dari Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).
Presiden menekankan pentingnya saling menghormati dan keadilan dalam menyelesaikan konflik regional. Ia mengutuk tindakan militer Israel di Gaza, Lebanon, dan Suriah, dengan mengatakan, “Tidak dapat diterima untuk mengebom orang-orang tak berdosa dan menyebabkan kehancuran seperti itu.” Ia menambahkan bahwa perdamaian sejati di Timur Tengah mengharuskan rezim Israel untuk mematuhi norma-norma internasional dan kemanusiaan.
Mengenai prospek dialog dengan Washington, Pezeshkian mengatakan Iran tetap terbuka untuk perundingan, tetapi ketidakpercayaan masih ada akibat tindakan AS di masa lalu. “Iran tidak pernah menolak dialog, tetapi perilaku AS telah menciptakan ketidakpercayaan yang mendalam di antara para pemimpin dan rakyat kami,” ujarnya.
Baca juga: Polisi Tangkap Demonstran Anti-ICE di Portland
Menutup sambutannya, Pezeshkian menegaskan kembali kesiapan Iran untuk terlibat secara konstruktif dengan komunitas internasional. Ia menekankan bahwa Iran tidak menginginkan konflik tetapi akan terus mempertahankan kedaulatan dan hak-haknya, berjuang untuk hidup berdampingan secara damai dengan negara-negara tetangga dan dunia yang lebih luas.


