Teheran, Purna Warta – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menggambarkan ikatan sejarah, budaya dan bahasa yang mendalam antara Iran dan Tajikistan sebagai aset utama untuk memperluas hubungan bilateral.
Dalam pesannya kepada Presiden Tajik Emomali Rahmon pada peringatan 35 tahun kemerdekaan Tajikistan, Pezeshkian mengatakan kesamaan sejarah, budaya, bahasa dan warisan peradaban kedua negara memberikan landasan yang kuat untuk memperdalam “hubungan persaudaraan” mereka.
Pezeshkian mengatakan Iran telah menempatkan pengembangan kerja sama komprehensif dengan Tajikistan di antara prioritas kebijakan luar negerinya dan menegaskan kembali tekad Teheran untuk lebih memperkuat hubungan bilateral demi mencapai kepentingan bersama, stabilitas dan keamanan regional, serta kemajuan budaya dan sastra bersama.
Ia mengatakan, kemerdekaan Tajikistan merupakan wujud tekad masyarakat Tajikistan untuk mencapai kemerdekaan, martabat, dan kesejahteraan, serta menggambarkan pencapaian tersebut sebagai kebanggaan bagi mereka yang menjunjung tinggi budaya dan peradaban kedua negara.


