Teheran, Purna Warta – Presiden Iran Masoud Pezeshkian memuji momentum yang semakin meningkat dalam hubungan bilateral antara Iran dan Belarus, dan menyerukan hubungan yang lebih dalam dan lebih berkelanjutan antara kedua negara.
Baca juga: Iran dan Armenia Menandatangani 10 Kesepakatan Kerja Sama selama Kunjungan Pezeshkian ke Yerevan
Berbicara dalam pertemuan tingkat tinggi dengan para pejabat Belarus di Minsk pada hari Rabu, Presiden Pezeshkian menyoroti perlunya memperluas perdagangan dan hubungan antarmasyarakat, dengan mencatat bahwa volume perdagangan saat ini masih rendah meskipun terdapat potensi yang besar di kedua belah pihak.
“Volume perdagangan saat ini tidak signifikan dibandingkan dengan kapasitas kita,” ujarnya. “Kita harus membangun fondasi yang lebih dalam dan lebih kokoh di antara rakyat kita.”
Dalam sesi bersama tersebut, Pezeshkian menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden Belarus Alexander Lukashenko atas kecamannya yang blak-blakan atas serangan militer Israel dan Amerika Serikat baru-baru ini terhadap wilayah dan fasilitas nuklir Iran.
Ia memuji pernyataan Lukashenko di KTT Uni Ekonomi Eurasia, khususnya referensinya terhadap bencana Chernobyl sebagai simbol penderitaan bersama dan solidaritas dengan Iran.
Presiden Iran tersebut menekankan bahwa rezim Israel dan Amerika Serikat melanggar hukum internasional dan Piagam PBB dengan menyerang Iran dan situs nuklirnya, yang dilakukan pada bulan Juni di tengah negosiasi tidak langsung antara Teheran dan Washington.
Ia menegaskan kembali bahwa Iran tidak pernah memulai perang atau agresi, tetapi akan merespons dengan tegas setiap tindakan permusuhan. Ia memperingatkan bahwa ancaman semacam itu tidak hanya ditujukan kepada Iran, tetapi juga kedaulatan negara lain.
Baca juga: Presiden Pezeshkian: Kebijakan Pasti Iran Mempererat Hubungan Persahabatan dengan Armenia
Di bagian lain sambutannya, Pezeshkian menggarisbawahi sikap bersama Iran dan Belarus terhadap sanksi ilegal dan dukungan mereka terhadap multilateralisme dan kedaulatan nasional. Ia menawarkan untuk berbagi pengalaman Iran dalam melawan sanksi dengan negara-negara sahabat dan mengusulkan model kerja sama strategis yang serupa dengan kesepakatan Iran dengan Rusia.
Ia juga menyambut baik bergabungnya Belarus baru-baru ini ke dalam kelompok BRICS, dan menyatakan optimisme bahwa blok-blok ekonomi yang sedang berkembang seperti BRICS, Uni Ekonomi Eurasia, dan Organisasi Kerja Sama Shanghai akan menciptakan peluang baru untuk kerja sama politik dan ekonomi.


