Teheran, Purna Warta – Selama kunjungan ke bagian-bagian yang rusak dari Kompleks Budaya dan Sejarah Sa’dabad di Teheran, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengutuk serangan terhadap warisan budaya sebagai pelanggaran norma internasional dan tindakan permusuhan terhadap identitas peradaban bangsa.
Selama kunjungannya, Presiden Pezeshkian meninjau laporan terbaru tentang kerusakan yang ditimbulkan pada kompleks tersebut selama perang baru-baru ini yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan rezim Israel.
Ia menekankan pentingnya melindungi warisan sejarah, budaya, dan nasional Iran, dengan mengatakan bahwa serangan terhadap situs-situs tersebut melampaui penghancuran fisik dan menargetkan identitas dan ingatan suatu bangsa.
Para pejabat juga menyampaikan laporan tentang luasnya kerusakan, khususnya pada Gedung Jomhouri, yang telah menjadi tempat pertemuan tingkat tinggi para pejabat asing senior, penandatanganan perjanjian kerja sama, sesi gabungan delegasi politik dan ekonomi, serta konferensi pers dengan presiden dan pejabat asing lainnya.
Menekankan perlunya melestarikan dan memulihkan aset sejarah, budaya, dan diplomatik negara, presiden memerintahkan peluncuran segera operasi restorasi, rekonstruksi, dan perbaikan.
Pezeshkian juga menyerukan dokumentasi, pendaftaran, dan penuntutan hukum atas kerusakan situs budaya dan sejarah Iran melalui forum dan mekanisme internasional.


