Presiden Iran: Rakyat Iran Akan Mempertahankan Martabat Negara Meski Ada Tekanan

Teheran, Purna Warta  – Presiden Masoud Pezeshkian mengatakan bangsa Iran tetap bertekad untuk mempertahankan kemerdekaan, martabat, dan integritas wilayah negaranya meskipun ada tekanan dan ancaman, menekankan bahwa persatuan nasional telah memainkan peran penting dalam menggagalkan rencana permusuhan terhadap Iran.

Berbicara pada pertemuan Majelis Umum Akademi Ilmu Kedokteran Iran pada hari Jumat, Pezeshkian merujuk pada tindakan permusuhan terhadap negara tersebut, termasuk dua perang agresi baru-baru ini yang dilakukan oleh AS dan rezim Zionis, dan mengatakan bahwa serangan yang menargetkan mendiang Pemimpin Revolusi Islam Iran Ayatollah SEED Ali Khamenei, komandan militer, ilmuwan, dan kemampuan ilmiah mencerminkan upaya musuh untuk mencegah kemajuan dan pembangunan Iran.

Presiden menekankan bahwa rakyat Iran akan terus menjaga kemerdekaan, martabat nasional, dan integritas wilayah negaranya terlepas dari tekanan dan ancaman dari luar.

Pezeshkian juga menggarisbawahi perlunya mengatasi perselisihan politik dan perpecahan faksi, dan menggambarkan pendekatan partisan dan persaingan yang didorong oleh kepentingan pribadi sebagai salah satu kelemahan negara tersebut di masa lalu.

Dia mengatakan jalan Iran menuju kemajuan bergantung pada pemberdayaan individu yang mampu, kerja sama kolektif, dan pemanfaatan semua kapasitas yang ada. Ia menambahkan bahwa orang-orang yang memenuhi syarat tidak boleh ditolak kesempatannya untuk mengabdi karena sudut pandang yang membatasi.

Presiden menggambarkan kohesi dan solidaritas nasional sebagai aset negara yang paling berharga dalam situasi saat ini dan mengatakan rakyat Iran telah berulang kali menunjukkan kesiapan mereka untuk membela negara dan kepentingan nasional.

Mengacu pada perkembangan terkini, Pezeshkian mengatakan bangsa Iran tetap hadir untuk mendukung negaranya dan Revolusi Islam selama lebih dari 100 malam, dan menambahkan bahwa ketahanan dan persatuan masyarakat telah menggagalkan banyak perhitungan dan rencana musuh.

Ia lebih lanjut menyatakan bahwa memperkuat persatuan internal tetap menjadi salah satu prioritas pemerintahannya dan mengatakan kabinet berupaya menghindari tindakan apa pun yang dapat menyebabkan perpecahan atau polarisasi, dan menekankan bahwa semua kapasitas harus diarahkan untuk menjaga kohesi dan solidaritas nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *