Teheran, Purna Warta – Presiden Masoud Pezeshkian mengatakan kerangka gencatan senjata baru-baru ini, yang dicapai dengan konsensus di antara tokoh-tokoh kunci pemerintah Iran dan didukung oleh Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei, didasarkan pada prinsip-prinsip martabat, kebijaksanaan, dan kepentingan nasional.
Dalam pidatonya kepada bangsa Iran pada hari ke-40 setelah wafatnya Pemimpin Revolusi Islam yang terhormat Ayatollah Seyed Ali Khamenei, presiden Iran menekankan bahwa keputusan untuk menerima gencatan senjata awal tersebut mengikuti penerimaan kerangka kerja Republik Islam oleh Amerika Serikat, yang merupakan momen penting yang bertujuan untuk melindungi integritas teritorial dan mengkonsolidasikan kemenangan signifikan yang telah diraih oleh Angkatan Bersenjata Iran.
Presiden menambahkan bahwa gencatan senjata tersebut menggarisbawahi pentingnya dukungan dan persatuan berkelanjutan rakyat Iran dalam memperjuangkan hak-hak nasional dan dialog yang adil, demikian dilaporkan situs web resminya.
Presiden Pezeshkian menyatakan bahwa bangsa Iran telah mengubah keseimbangan kekuatan di tengah konfrontasi sengit dengan para agresor, merujuk pada AS dan rezim Israel.
Stabilitas Iran saat ini adalah hasil dari persatuan antara rakyat, pemerintah, dan Angkatan Bersenjata, ujarnya, menekankan bahwa gencatan senjata tersebut merupakan manifestasi dari kehendak rakyat yang dipaksakan kepada lawan-lawannya. Iran menginginkan perdamaian, bukan perang, dan tanggapannya terhadap agresi selalu berupa pertahanan, tambahnya.
Presiden Pezeshkian mencatat bahwa mereka yang meremehkan ketahanan Iran kini telah menyaksikan kegagalan mereka untuk menaklukkan bangsa tersebut. Ia lebih lanjut menegaskan bahwa perdamaian yang berasal dari posisi yang kuat menjamin kepentingan bangsa dan menekankan bahwa Iran bukanlah medan pertempuran bagi aspirasi destruktif para lawannya.
Menekankan semangat tak tergoyahkan rakyat Iran di berbagai lapisan masyarakat, beliau mengakui mereka sebagai inti dari keamanan dan kekuatan nasional.
Lebih lanjut, Presiden Pezeshkian menekankan bahwa gencatan senjata baru-baru ini bukan lahir dari kelemahan, tetapi bertujuan untuk melindungi kepentingan jangka panjang rakyat Iran dan menegaskan kemenangan nasional mereka.
Beliau menyimpulkan bahwa Iran tidak menginginkan konflik dengan negara-negara regional dan mendukung koeksistensi, saling menghormati, dan perdamaian yang adil, menekankan bahwa masa depan kawasan harus didasarkan pada keadilan, kemerdekaan, kerja sama, dan perdamaian yang memperkuat stabilitas dan pembangunan.


