Baghdad, Purna Warta – Menurut laporan pemberitaan lokal, organisasi al-Hashd al-Shaabi dalam sebuah pernyataan menanggapi komentar yang dinilai tidak bijak dari Menteri Luar Negeri Arab Saudi mengenai kelompok tersebut. Mereka menegaskan bahwa kekuatan ini lahir dari kondisi otentik Irak pada masa ketika sebagian ibu kota negara Arab hanya mengeluarkan pernyataan keprihatinan, sementara rakyat Irak harus mengorbankan banyak syuhada.
Dalam pernyataan tersebut disebutkan bahwa ironisnya, komentar tersebut datang dari pihak yang tidak memiliki rekam jejak dalam mendukung stabilitas Irak dan hanya dikenal karena mengeluarkan pernyataan yang tidak mencerminkan realitas.
Al-Hashd al-Shaabi juga menegaskan bahwa klaim Menteri Luar Negeri Arab Saudi mengenai kerugian yang disebut-sebut ditimbulkan oleh kelompok tersebut terhadap Irak harus dipandang sebagai bagian dari khayalan politik.
Pernyataan itu menambahkan bahwa rakyat Irak, setelah melalui berbagai kondisi sulit, mampu membedakan antara pihak yang benar-benar membantu mereka dengan pihak yang hanya memberikan nasihat, serta mereka yang mengirim ribuan teroris bom bunuh diri untuk meledakkan diri di pasar dan kawasan permukiman Irak guna membantai anak-anak Irak.
Lebih lanjut dalam pernyataan tersebut ditegaskan bahwa Menteri Luar Negeri Arab Saudi seharusnya memahami fakta sebelum menyampaikan pernyataan, karena Irak dan al-Hashd al-Shaabi bukanlah sekadar gagasan sementara.
Reaksi al-Hashd al-Shaabi ini muncul setelah Menteri Luar Negeri Arab Saudi sebelumnya menyebut organisasi mobilisasi rakyat Irak tersebut sebagai kelompok paramiliter dan mengklaim bahwa kelompok itu telah merugikan Irak.


