“Perlawanan Islam di Irak” Umumkan 41 Operasi dalam 24 Jam Terakhir

Irak

Baghdad, Purna Warta – Kelompok yang menamakan diri “Perlawanan Islam di Irak” pada Sabtu malam mengumumkan bahwa mereka telah melaksanakan 41 operasi militer dalam 24 jam terakhir yang menargetkan pangkalan-pangkalan “pendudukan” di Irak dan kawasan sekitarnya dengan menggunakan puluhan drone dan rudal.

Dalam pernyataan resmi kelompok tersebut disebutkan:
“Para pejuang Perlawanan Islam di Irak pada Sabtu, 28 Maret 2026, telah melaksanakan empat puluh satu operasi dengan menggunakan puluhan pesawat tanpa awak dan rudal terhadap pangkalan-pangkalan pendudukan di Irak dan kawasan.”

Sebelumnya, seorang pejabat keamanan dari Hizbullah Irak, Abu Mujahid al-Assaf, dalam sebuah pernyataan menegaskan bahwa kelompok tersebut akan terus menargetkan kepentingan Amerika Serikat di Irak dan menolak tuntutan untuk melucuti senjata.

Ia menekankan bahwa perang melawan “musuh Amerika” tidak akan berakhir kecuali dengan syarat-syarat yang ditetapkan oleh pihak perlawanan, terutama tidak menyentuh para pejuang di Irak. Ia juga mengancam akan terus memberikan respons terhadap apa yang disebutnya sebagai “kejahatan” Amerika di dalam lembaga-lembaga publik maupun swasta.

Pernyataan ini muncul ketika perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran telah memasuki hari ke-30 secara berturut-turut, di tengah eskalasi yang dampaknya meluas ke berbagai wilayah di Timur Tengah.

Serangan drone terhadap pangkalan militer di Irak dan Suriah

Sejumlah laporan media regional menyebutkan bahwa beberapa pangkalan militer yang digunakan oleh pasukan Amerika Serikat di Irak dan Suriah mengalami peningkatan ancaman serangan drone dan roket. Sistem pertahanan udara di beberapa pangkalan dilaporkan diaktifkan untuk menghadapi kemungkinan serangan lanjutan.

Peningkatan aktivitas kelompok-kelompok perlawanan

Para analis keamanan mencatat adanya peningkatan aktivitas kelompok-kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan jaringan perlawanan di kawasan. Operasi-operasi tersebut umumnya dilakukan dengan menggunakan drone bersenjata, roket jarak pendek, serta serangan terhadap fasilitas militer yang dianggap terkait dengan kehadiran pasukan asing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *