Baghdad, Purna Warta – Menurut laporan , Perdana Menteri Irak, Mohammed Shia’ Al Sudani dalam pernyataan terbaru di hadapan tokoh-tokoh religius menambahkan bahwa situasi keamanan di kawasan semakin memburuk akibat operasi militer yang terus berlanjut.
Perdana Menteri Irak melanjutkan, serangan terhadap pusat-pusat diplomatik menempatkan Irak pada konsekuensi berbahaya, dan pelakunya akan ditindak secara hukum oleh pemerintah.
Al-Sudani menekankan bahwa serangan terhadap pasukan keamanan kami di Hashd al-Shaabi dikutuk, pihaknya tidak akan membiarkan anak-anak kami menjadi sasaran, dan semua tindakan akan dilakukan untuk melindungi mereka.
Dalam beberapa hari terakhir, markas pasukan Hashd al-Shaabi di barat Irak menjadi sasaran serangan agresor, yang menewaskan beberapa orang dan melukai lainnya.
Ia juga menyebut upaya-upaya untuk menggagalkan serangan terhadap pusat ekonomi dan diplomatik, sambil menambahkan bahwa Irak terus melakukan kontak dan negosiasi dengan semua pihak regional dan internasional untuk menghentikan perang yang merusak ini.
Perdana Menteri Irak menambahkan bahwa agresi rezim Zionis terhadap Lebanon dan pengungsian sekitar 900.000 warga Lebanon semakin memperburuk krisis di kawasan.
Al-Sudani menekankan bahwa Netanyahu si penjahat telah menyeret kawasan ke perang ini dan tidak segan menggunakan senjata terlarang serta menumpahkan darah Muslim dan warga tak bersalah.
Ia juga memuji peran ulama dalam mendukung pemerintah, melawan ideologi perusak, serta menjaga masyarakat dan negara Irak tetap aman.
Al-Sudani menekankan bahwa Irak saat ini menghadapi tantangan besar dan bersama para pemangku kepentingan bergerak untuk melewatinya. Irak telah berhasil menyingkirkan terorisme dan berbagai ancaman.
Perdana Menteri Irak menyatakan bahwa perang telah meluas, semua pihak berada dalam risiko, dan infrastruktur di kawasan turut terancam.


