Teheran, Purna Warta – Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah mendapatkan pujian luas dari pengguna media sosial di seluruh dunia karena secara terbuka mengecam kritik Presiden AS Donald Trump terhadap Paus Leo XIV. Tindakan tersebut dilakukan pada hari Senin melalui unggahan berbahasa Inggris di X tak lama setelah serangan Trump di Truth Social.
Pezeshkian bertindak atas nama rakyat Iran untuk membela Paus dan menegaskan penghormatan kepada Yesus (AS) sebagai nabi perdamaian.
Pengguna asing dari berbagai kalangan dan berbagai bahasa di media sosial bereaksi positif dan menyoroti kontras antara pendekatan kedua pemimpin terhadap penghormatan agama.
Banyak yang memuji langkah Pezeshkian sebagai demonstrasi solidaritas dan toleransi yang kuat.
Sebagai contoh, para komentator mencatat bagaimana kata-kata presiden Iran sangat bertentangan dengan serangan Trump dan foto yang menggambarkan dirinya dalam wujud seperti Kristus.
Yang lain menggambarkan episode tersebut sebagai jembatan pemahaman yang langka di tengah ketegangan global.
Beberapa suara internasional melihat intervensi presiden Iran sebagai bukti potensi pergeseran menuju dialog antaragama yang lebih besar.
Sementara itu, pujian di seluruh dunia telah menyoroti sikap Iran yang konsisten dalam menghormati Yesus Kristus dan Perawan Maria.
Penghormatan nasional yang mendalam ini berasal langsung dari ajaran Islam yang membimbing masyarakat Iran.
Pezeshkian bertindak atas nama rakyat Iran untuk membela Paus dan menegaskan penghormatan kepada Yesus sebagai nabi perdamaian.
Dalam unggahan tersebut, Pezeshkian menulis: “Yang Mulia Paus Leo XIV (@Pontifex), saya mengutuk penghinaan terhadap Yang Mulia atas nama bangsa Iran yang agung, dan menyatakan bahwa penodaan terhadap Yesus, nabi perdamaian dan persaudaraan, tidak dapat diterima oleh siapa pun yang merdeka. Saya mendoakan kemuliaan bagi Anda demi Allah.”
Secara terpisah, kontroversi ini dimulai dengan kritik tajam Trump terhadap Paus atas pendiriannya yang anti-perang.
Trump juga mempertanyakan keadaan pemilihan Paus Leo XIV.
Paus sebelumnya telah menyatakan penentangannya terhadap perang, termasuk dalam konteks yang melibatkan Iran.
Pernyataan tepat waktu Pezeshkian menandai keselarasan dari Teheran dalam mendukung pemimpin Katolik tersebut.
Pengguna di seluruh dunia membagikan unggahan presiden Iran tersebut secara luas, dengan banyak yang menyatakan kejutan dan persetujuan atas tindakan dari seorang pejabat Iran.
Reaksi-reaksi tersebut telah mendorong refleksi baru tentang dasar-dasar posisi Iran.
Sementara itu, episode ini dipandang oleh sebagian orang sebagai awal dari periode sejarah baru dan tatanan dunia baru.
Pujian global atas pembelaan Pezeshkian pada akhirnya berakar pada prinsip-prinsip inti Islam yang diabadikan dalam Al-Quran yang dijunjung tinggi oleh rakyat Iran.
Santa Maria, juga dikenal sebagai Maryam, memegang tempat yang sangat mulia sebagai satu-satunya wanita yang disebutkan secara langsung dalam Al-Quran.
Seluruh bab dalam Surah Maryam didedikasikan untuk kisahnya dan ia digambarkan sebagai sosok terpilih dan disucikan di atas wanita-wanita dari semua bangsa.
Yesus, yang disebut sebagai Isa, dihormati dalam Al-Quran sebagai nabi besar, hamba Allah, dan pembawa pesan perdamaian.
Ajaran-ajaran ini menekankan kesucian Maryam dan status terhormat Yesus tanpa mengaitkan keilahian kepadanya, namun menegaskan keduanya sebagai tanda-tanda yang mendalam bagi umat manusia.
Landasan-landasan kitab suci semacam itu menjelaskan mengapa orang Iran secara alami menghormati tokoh-tokoh Kristen dan mengapa pembelaan Pezeshkian begitu bergema di panggung dunia.


