Al-Quds, Purna warta – Lapid menyampaikan pernyataan itu dalam unggahan di akun X miliknya pada Rabu, setelah kantor Netanyahu menyatakan bahwa Israel mendukung keputusan Presiden AS Donald Trump untuk memberlakukan gencatan senjata selama dua minggu.
“Tidak pernah ada bencana politik seperti ini sepanjang sejarah kami,” kata Lapid, seraya menambahkan bahwa Israel “bahkan tidak dilibatkan dalam meja perundingan ketika keputusan-keputusan terkait inti keamanan kami dibuat.”
Lapid juga menegaskan bahwa Netanyahu “gagal secara politik dan strategis untuk mencapai bahkan satu pun dari tujuan yang ia tetapkan sendiri.”
Menurutnya, Israel akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk memperbaiki kerusakan politik dan strategis yang ditimbulkan oleh Netanyahu akibat “kesombongan, kelalaian, dan kurangnya perencanaan strategis.”
Tokoh-tokoh oposisi Israel lainnya juga mengkritik kesepakatan gencatan senjata dengan Iran, dengan menyatakan bahwa Netanyahu gagal mencapai tujuan perang.
Dalam unggahan di X, pemimpin Partai Demokrat sayap kiri Israel, Yair Golan, menyebut gencatan senjata tersebut sebagai “kegagalan strategis” bagi Netanyahu.
“Ia menjanjikan kemenangan bersejarah dan keamanan bagi generasi mendatang, tetapi pada kenyataannya kita justru mendapatkan salah satu kegagalan strategis paling serius yang pernah dialami Israel,” ujar Golan.
Ia menambahkan bahwa situasi tersebut merupakan “kegagalan total yang membahayakan keamanan Israel selama bertahun-tahun ke depan.”
Pada Rabu, Amerika Serikat dan Iran sepakat untuk menerapkan gencatan senjata selama dua minggu setelah Washington menerima proposal 10 poin dari Teheran. Kantor Netanyahu menyatakan bahwa Israel mendukung keputusan yang diambil oleh Presiden Trump tersebut.


