Beirut, Purna Warta – Menurut laporan Al Mayadeen, sumber tersebut menambahkan bahwa “serangan cepat dan tegas yang dilakukan Iran di Kuwait dan Uni Emirat Arab secara langsung menargetkan pasukan Ukraina dan Amerika berdasarkan koordinat yang akurat.”
Berdasarkan laporan ISNA, ia juga mengatakan: “Sejak hari-hari awal perang agresi terhadap negara kami, Iran telah mengeluarkan seruan resmi dan terbuka kepada masyarakat serta aparat keamanan dan militer di negara-negara tetangga agar menjauhi setiap lokasi yang menjadi tempat berkumpul atau keberadaan tentara dan personel musuh.”
Menurut sumber tersebut, berdasarkan seruan dan imbauan tersebut, angkatan bersenjata dan lembaga keamanan telah membentuk saluran komunikasi terenkripsi bagi warga lokal di negara-negara tetangga untuk “menyampaikan kepada Teheran setiap informasi yang telah terverifikasi mengenai unsur, agen, dan tentara musuh.”
Sumber keamanan itu menegaskan bahwa “warga dan aparat keamanan yang telah jenuh dengan dominasi musuh dan pihak asing atas negara mereka turut berpartisipasi dalam memberikan koordinat serta informasi yang akurat dan berkualitas tinggi yang secara langsung menargetkan posisi musuh di kawasan,” dan ia menilai hal ini sebagai perkembangan kualitatif yang signifikan dalam konfrontasi tersebut.
Hal ini terjadi dalam konteks agresi berkelanjutan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang menargetkan warga sipil, fasilitas, serta infrastruktur vital di lebih dari satu provinsi, sementara Republik Islam Iran terus melanjutkan upaya pembelaannya melalui operasi yang mencakup penargetan pangkalan-pangkalan Amerika di kawasan serta lokasi-lokasi milik pihak pendudukan di wilayah Palestina.


