Teheran, Purna Warta – Panglima Tertinggi Militer Iran Mayor Jenderal Mousavi menyampaikan pernyataan yang tegas dalam percakapan telepon dengan Menteri Pertahanan Qatar, Khalid bin Mohammad Al Attiyah, pada hari Selasa.
Baca juga: Israel Kerja Sama dengan AS untuk Memindahkan Paksa Warga Palestina dari Gaza
“Angkatan Bersenjata Iran berdiri teguh melawan penindasan dengan menggunakan seluruh kapabilitasnya, dan membalas para agresor dengan segenap kekuatannya,” tegas Panglima Tertinggi Militer Iran.
Pada 13 Juni, rezim Israel memulai serangkaian serangan udara terhadap Republik Islam dengan dukungan militer dan intelijen dari Amerika Serikat yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Pada awalnya, Angkatan Bersenjata Iran merespons dengan manuver pertahanan komprehensif. Namun tak lama kemudian, mereka meluncurkan serangan balasan yang cepat, keras, dan tanpa kompromi—mengarah pada serangan presisi terhadap sasaran-sasaran nuklir, militer, dan industri penting jauh di dalam wilayah pendudukan Palestina.
Serangan balasan tersebut, dengan nama sandi Operasi Janji Sejati III, mengerahkan ratusan rudal balistik—banyak di antaranya berkemampuan multi-hulu ledak dan supersonik—serta banyak drone bersenjata.
Target serangan menghantam jantung ekonomi rezim Zionis di Tel Aviv, pelabuhan laut dalam utama di Haifa, dan pusat teknologi serta pengembangan modern mereka di Be’er Sheva.
Merasa tertekan oleh serangan balasan tersebut, rezim Israel terpaksa meminta gencatan senjata setelah 12 hari, meskipun telah menyiapkan sistem rudal pertahanan tercanggih buatan AS untuk mencegat tembakan Iran.
Pernyataan Jenderal Mousavi juga menyinggung serangan rudal balistik Iran terhadap pangkalan udara al-Udeid di Qatar—pangkalan udara regional paling penting milik AS—yang dilakukan sebagai respons atas serangan Amerika terhadap situs nuklir Iran menjelang akhir perang Israel.
Mousavi menekankan bahwa Amerika Serikat memberikan dukungan penuh tanpa batas kepada rezim Israel selama agresi tersebut, termasuk dukungan logistik.
Namun, ia juga menyoroti bahwa negara-negara Muslim dan masyarakat pecinta kebebasan di dunia memberikan dukungan tegas kepada Republik Islam Iran sepanjang periode agresi tersebut.
Baca juga: Uni Eropa Pertimbangkan Sanksi terhadap ‘Israel’ atas Pelanggaran HAM
Secara keseluruhan, lanjutnya, rangkaian agresi dan respons ini membuktikan kebenaran posisi Republik Islam kepada dunia internasional, sekaligus menunjukkan bahwa baik AS maupun rezim Zionis tidak berkomitmen terhadap prinsip atau norma internasional apa pun.
Di saat yang sama, ia memuji Qatar sebagai negara sahabat dan mengapresiasi kecaman tegas negara itu terhadap agresi Israel, serta menyampaikan rasa terima kasih atas sikap berharga yang diambil Doha selama serangan militer berlangsung.
Panglima Iran itu juga mengapresiasi dukungan Qatar terhadap perjuangan rakyat Palestina yang tertindas dalam melawan pendudukan dan agresi Israel.
Sementara itu, pejabat Qatar juga menegaskan bahwa negaranya telah mengutuk agresi Israel sejak awal, dan menolak penggunaan wilayah udaranya untuk melancarkan serangan terhadap Republik Islam Iran.
Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada Mousavi atas gugurnya pendahulunya, Mayor Jenderal Mohammad Baqeri, dalam serangan Israel tersebut.


