Menlu Araqchi: Negara-negara di kawasan ini tidak dapat mengandalkan AS dan Israel untuk keamanan

Teheran, Purna Warta  – Negara-negara di kawasan ini menyadari lebih dari sebelumnya bahwa mereka tidak dapat mengandalkan Amerika Serikat dan rezim Zionis untuk menjamin keamanan regional, kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi.

Araqchi menyampaikan pernyataan tersebut saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan pada hari Kamis di sela-sela pertemuan menteri luar negeri BRICS di New Delhi, di mana kedua pihak membahas hubungan bilateral, perkembangan regional, dan situasi terkini setelah perang agresi AS-Israel terhadap Iran.

Menjelaskan perkembangan terkini terkait perang yang dipaksakan AS-Israel dan gencatan senjata, Araqchi menggambarkan perang 40 hari terakhir sebagai titik balik penting dalam perkembangan di Asia Barat.

“Saat ini, negara-negara di kawasan ini lebih menyadari dari sebelumnya bahwa keamanan regional adalah satu kesatuan yang saling terkait dan bahwa nasib semua negara di kawasan ini terikat satu sama lain, dan bahwa kita tidak dapat mengandalkan AS dan rezim Israel untuk menjamin keamanan regional,” kata Araqchi.

Ia juga mengapresiasi sikap pemerintah dan rakyat Malaysia terkait perang yang dipaksakan terhadap Iran, khususnya kecaman mereka terhadap pembunuhan anak-anak sekolah di Minab.

Mengenai situasi di Selat Hormuz, Araqchi menyatakan bahwa jalur air tersebut telah “sepenuhnya terbuka dan aman” hingga 28 Februari 2026, dan bahwa Iran dan Oman, sebagai negara pesisir, telah menyediakan berbagai layanan gratis kepada kapal-kapal yang melintas, termasuk bantuan navigasi, keselamatan maritim, dan pemantauan lingkungan.

Namun, ia mengatakan agresi ilegal oleh AS dan rezim Zionis telah menyebabkan peninjauan kembali mengenai mekanisme baru dalam hal ini.

Sementara itu, Hasan merujuk pada hubungan positif dan bersahabat negaranya yang konsisten dengan pemerintah dan rakyat Iran.

Ia menekankan bahwa Malaysia selalu menentang penggunaan kekerasan dalam hubungan internasional karena bertentangan dengan Piagam PBB dan secara konsisten menekankan perlunya menciptakan ruang yang diperlukan untuk diplomasi dan dialog.

Kedua pihak juga menekankan kelanjutan konsultasi dan perluasan kerja sama bilateral di bidang-bidang yang menjadi kepentingan bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *