Beirut, Purna Warta – Sheikh Na’im Qassem dalam pidatonya memperingati bulan suci Muharram, menegaskan bahwa jalan yang ditempuh oleh Imam Aba Abdillah Al-Hussein (as) adalah jalan kemuliaan, martabat, dan perlawanan.
Baca juga: Rusia Peringatkan Dampak dari Tindakan Amerika dan Israel terhadap Iran
Beliau berkata:
“Kita harus tetap teguh pada posisi untuk tidak tunduk. Imam Hussein (as) telah mengajarkan hal itu kepada kita, dan inilah jalan untuk melindungi generasi masa depan dari berbagai bahaya.”
Ia menyebut bahwa syahid adalah sosok yang secara sadar mengorbankan dirinya di jalan kemuliaan, dan orang seperti itu akan dimuliakan baik di bumi maupun di langit. Menurut Sheikh Na’im Qassem, slogan “Hayhat minna al-dzillah” (tidak akan pernah kami terima kehinaan) adalah seruan yang harus terus bergema bersama Imam Hussein (as), karena apa yang dimiliki umat Islam adalah kehormatan, prinsip, dan tindakan mereka—itulah yang akan mereka bawa ke hari kiamat.
Sekjen Hizbullah itu menegaskan bahwa mengenang Imam Hussein (as) adalah hakikat dari menjaga keaslian syariat dan menunjukkan jalan keselamatan bagi umat Islam.
Ia juga mengingatkan slogan “Ma Taraknak Ya Hussein” (Wahai Hussein, kami tidak akan meninggalkanmu) dan berkata:
“Jalan ini adalah jalan yang membawa kita kepada Allah. Sebagaimana Sayyid para syuhada umat ini, Sayyid Hasan Nasrallah Rahimahullah, telah mengorbankan dirinya demi slogan ini, maka kami pun akan terus melanjutkan jalan tersebut.”
Mengomentari agresi baru-baru ini yang dilakukan Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Republik Islam Iran, ia menyebut tindakan itu sebagai tidak berdasar dan tanpa justifikasi. Ia mengatakan:
“Tujuan utama dari agresi ini adalah menghancurkan kemampuan perlawanan yang independen dan memutus dukungan terhadap Palestina. Dosa terbesar Iran adalah karena mendukung rakyat Palestina dalam perjuangan mereka untuk membebaskan tanah air mereka.”
Sheikh Na’im Qassem menggambarkan Israel sebagai rezim ekspansionis yang tidak hanya berambisi atas seluruh tanah Palestina, tetapi bahkan melirik wilayah lain di kawasan. Ia menegaskan bahwa rezim itu berusaha menguasai kawasan demi kepentingan mereka sendiri dan untuk melayani kepentingan para penguasa zalim di Amerika.
Ia menambahkan:
“Republik Islam Iran telah menggagalkan tiga tujuan utama dari agresi ini: menghentikan pengayaan uranium, menghancurkan program misilnya, dan menjatuhkan sistem pemerintahannya. Iran berhasil menang setelah 12 hari perlawanan. Gencatan senjata yang diumumkan adalah bukti nyata dari kemenangan tersebut.”
Sekjen Hizbullah Lebanon juga menegaskan bahwa Hizbullah tetap menjadi sekutu setia Iran, seraya berkata:
Baca juga: Iran: Pemerintahan yang Dukung Israel Ikut Bertanggung Jawab atas Pembantaian Warga Gaza
“Kami di Lebanon berdiri bersama Iran, negara yang mampu secara mandiri menghadapi kesombongan Amerika dan rezim kriminal Israel. Kami bangga berada di bawah kepemimpinan berani Ayatullah Sayyid Ali Khamenei dan kami akan terus berada di bawah panjinya.”
Di akhir pidatonya, ia menegaskan dengan lantang:
“Menyerah dan menerima tekanan serta dikte musuh adalah sesuatu yang mustahil. Kami menginginkan tanah air yang penuh kemuliaan untuk anak-anak kami, dan untuk itu, kami akan melawan dengan seluruh jiwa dan raga.”


