Rusia Peringatkan Dampak dari Tindakan Amerika dan Israel terhadap Iran

Rusia irann

Moskow, Purna Warta – Menurut kantor berita Novosti, Maria Zakharova, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, menegaskan bahwa Amerika Serikat dan Israel bertanggung jawab atas rusaknya kredibilitas Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan perjanjian NPT akibat tindakan agresif mereka terhadap Iran.

Baca juga: Iran: Pemerintahan yang Dukung Israel Ikut Bertanggung Jawab atas Pembantaian Warga Gaza

Dalam konferensi persnya, Zakharova menyatakan:

“Ini bukan sekadar soal agresi tanpa dasar dari Amerika dan Israel terhadap sebuah negara berdaulat, tapi juga menyangkut kerusakan serius terhadap sistem global non-proliferasi senjata nuklir yang didasarkan pada Perjanjian NPT.”

Menurutnya, serangan terhadap fasilitas nuklir Iran yang berada di bawah pengawasan IAEA adalah sebuah tantangan terang-terangan terhadap sistem internasional tersebut. Zakharova menegaskan bahwa Washington dan Tel Aviv, meskipun berusaha menyalahkan Iran, justru merekalah yang bertanggung jawab atas kerusakan terhadap aktivitas IAEA.

Zakharova juga menyampaikan bahwa Rusia menyambut baik pernyataan dari pihak Iran dan Israel yang menyatakan kesiapan mereka untuk mematuhi gencatan senjata. Ia berharap bahwa “roda eskalasi militer paling berbahaya yang dipicu oleh serangan Israel dan Amerika ini bisa segera dihentikan.”

Pernyataan Lavrov tentang Pelanggaran Rezim Non-Proliferasi Akibat Tindakan Israel dan Amerika
Dalam pernyataan terkait, Sergey Lavrov, Menteri Luar Negeri Rusia, juga menegaskan bahwa rezim non-proliferasi (NPT) telah tercederai akibat tindakan agresif Israel dan Amerika di Timur Tengah terhadap Iran.

Dalam konferensi pers bersama dengan Tongsavanh Phomvihane, Menteri Luar Negeri Laos, pada hari Kamis, Lavrov mengatakan:

“Jelas bahwa rezim non-proliferasi telah rusak akibat serangan Israel, dan kemudian Amerika, terhadap fasilitas nuklir Iran yang menjalankan kegiatan damai.”

Baca juga: Pasukan Rezim Israel Bantai Lebih dari 90 Warga Palestina di Gaza Setelah Tujuh Tentara Israel Tewas

Lavrov juga menegaskan bahwa Rusia sangat berkepentingan agar Iran tetap melanjutkan kerja samanya dengan IAEA. Ia menambahkan bahwa keputusan parlemen Iran untuk mengakhiri kerja sama itu bersifat rekomendasi, bukan keputusan final.

Selain itu, Lavrov menyampaikan keprihatinannya atas pernyataan terbaru Israel yang menyatakan akan melanjutkan operasi militer terhadap Iran di masa depan. Ia menekankan bahwa retorika provokatif seperti itu bertentangan dengan pandangan hampir seluruh pihak lain yang terlibat dalam proses ini, yang semuanya lebih memilih solusi politik atas konflik tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *