Gaza, Purna Warta – Pasukan Israel telah membantai lebih dari 90 warga Palestina di Jalur Gaza yang terkepung, setelah tujuh tentara rezim tersebut tewas dalam sebuah penyergapan di wilayah itu.
Baca juga: Hamas Membunuh ‘Pembunuh Anak-Anak’ di Gaza Selatan
Menurut laporan media lokal yang mengutip sumber di rumah sakit Gaza pada Kamis, setidaknya 31 warga Palestina tewas dalam serangan Israel sejak pagi hari.
Dari jumlah itu, 9 orang tewas akibat pemboman terhadap sebuah sekolah yang menampung warga pengungsi di lingkungan Sheikh Radwan, Kota Gaza.
Tiga orang lagi tewas saat mereka sedang mengantri di titik distribusi bantuan.
Dua orang tewas dalam serangan udara di lingkungan Zeitoun, Gaza, dan satu orang lainnya tewas dalam serangan ke Jabalia di bagian utara.
Secara total, dalam 24 jam terakhir, pasukan Israel telah membunuh lebih dari 90 warga Palestina di Gaza, menurut keterangan dari rumah sakit.
Pembantaian ini terjadi setelah gerakan perlawanan Palestina, Hamas, mengumumkan bahwa para pejuangnya berhasil membunuh tujuh tentara Israel dalam sebuah penyergapan di Gaza selatan pada Rabu.
“Pemakaman dan mayat tentara musuh akan menjadi pemandangan yang rutin, insya Allah, selama penjajahan melanjutkan perang kriminalnya terhadap rakyat kami,” kata Abu Obeida, juru bicara sayap militer Hamas, Brigade Ezzedine al-Qassam.
Menteri Israel Serukan Penghentian Total Bantuan untuk Gaza
Pada hari Kamis, menteri sayap kanan ekstrem Israel, Itamar Ben Gvir, mengecam keras masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza, dengan menyebutnya sebagai “aib mutlak”, dan menyerukan agar “tidak hanya penghentian sementara bantuan ‘kemanusiaan’, tetapi penghentian total.”
“Saya sudah berkali-kali memperingatkan, dan sayangnya, saya satu-satunya yang memilih menolak masuknya bantuan sebulan setengah lalu. Saya yakin itu hanya akan menjadi tali penyelamat bagi Hamas,” tulisnya dalam sebuah postingan di platform X (dulu Twitter).
Baca juga: Sirene Mengaung di Wilayah Pendudukan Israel Saat Yaman Tembakkan Rudal Balistik Baru
Ben Gvir juga mengklaim bahwa menghentikan bantuan akan mempercepat apa yang ia sebut sebagai ‘kemenangan’ Israel, dan bersumpah akan mendorong pemungutan suara ulang di kabinet pada sesi berikutnya.
Hamas Tetap pada Tuntutan Utamanya
Hamas menegaskan kembali bahwa syarat utama mereka untuk kesepakatan dengan Tel Aviv adalah:
Gencatan senjata permanen,
Penarikan penuh pasukan pendudukan Israel dari Jalur Gaza,
Masuknya bantuan kemanusiaan tanpa syarat,
Dimulainya kembali pembangunan Gaza,
Dan kesepakatan serius untuk pertukaran tahanan.


