Tehran, Purna Warta – Pemerintahan yang dukung rezim Israel adalah penyebab utama kebal hukumnya Israel, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran pada Kamis, sembari mengutuk pembantaian terbaru terhadap lebih dari 90 warga Palestina di Jalur Gaza.
Baca juga: Pasukan Rezim Israel Bantai Lebih dari 90 Warga Palestina di Gaza Setelah Tujuh Tentara Israel Tewas
Esmaeil Baghaei menegaskan bahwa pemerintahan yang dukung Israel tersebut harus “dipertanggungjawabkan di hadapan hati nurani umat manusia” karena terus melindungi rezim Tel Aviv dari proses hukum.
“Pemerintah yang mendukung rezim penjajah ini adalah pihak utama yang bertanggung jawab atas kebal hukum Israel di tengah pelanggaran terang-terangan terhadap hak asasi manusia dan hukum kemanusiaan internasional, dan mereka harus bertanggung jawab di hadapan hati nurani dunia,” tegasnya.
Baghaei juga mengecam blokade berkelanjutan terhadap Jalur Gaza serta penolakan akses makanan, air, dan obat-obatan bagi warga yang tertindas, yang telah menyebabkan kematian perlahan-lahan bagi ratusan orang.
Juru bicara Kemenlu Iran ini juga mengutuk penodaan terus-menerus terhadap Masjid Al-Aqsa dan pembunuhan pemuda-pemuda Palestina oleh pemukim Israel dan aparat rezim.
Baghaei menyoroti bahwa dalam kurun waktu hanya 12 jam pada hari Kamis, lebih dari 60 warga Palestina—termasuk banyak anak-anak—tewas dalam serangan Israel.
Ia juga mengecam keras sikap “memalukan dan tidak bisa dibenarkan” dari lembaga-lembaga internasional, khususnya Dewan Keamanan PBB, Dewan Hak Asasi Manusia, dan Komite Palang Merah Internasional, yang tetap diam meskipun memiliki mandat yang jelas untuk menangani pelanggaran berat hak asasi manusia dan hukum kemanusiaan.
Dengan nada marah, Baghaei menyatakan bahwa kegagalan Dewan Keamanan PBB yang terus berulang untuk bertindak atas kejahatan luar biasa Israel di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki adalah bentuk kolusi. Ia menyebut bahwa Amerika Serikat dan para pendukung Barat rezim Zionis lainnya—terutama Inggris, Jerman, dan Prancis—ikut bertanggung jawab atas kejahatan-kejahatan mengerikan ini.
Baca juga: Hamas Membunuh ‘Pembunuh Anak-Anak’ di Gaza Selatan
Pernyataan ini disampaikan setelah pasukan Israel membantai sekitar 100 warga Palestina di Jalur Gaza yang dilanda perang dalam 24 jam terakhir, menyusul tewasnya tujuh tentara Israel dalam sebuah penyergapan di bagian selatan wilayah yang diblokade itu.
Sebelumnya pada hari yang sama, Menteri sayap kanan ekstrem Israel, Itamar Ben Gvir, menyebut pemberian bantuan kemanusiaan ke Gaza sebagai “sebuah aib mutlak,” dan menyerukan agar “bukan hanya penghentian sementara bantuan ‘kemanusiaan’, tetapi penghentian total.”


