Tehran, Purna Warta – Sayyid Hossein Mousavian, mantan diplomat senior Republik Islam Iran, menulis: “Rencana utama Amerika Serikat adalah melakukan operasi besar dan menentukan terhadap Iran di kawasan Teluk Persia dalam beberapa hari ke depan.”
Menurut laporan Khabaronline, Sayyidd Hossein Mousavian, mantan duta besar Iran untuk Jerman, menulis dalam akun media sosial X miliknya:
Tinjauan terhadap berbagai berita, laporan media, serta pernyataan sejumlah pejabat Iran menunjukkan bahwa analisis dan persepsi yang dominan di Iran didasarkan pada tiga poin berikut:
- Pernyataan terbaru Presiden Donald Trump mengenai kemungkinan negosiasi baru dan potensi kesepakatan dengan Iran hanyalah “sebuah penipuan baru yang lebih besar dari dua penipuan sebelumnya.”
- Rencana utama Amerika Serikat adalah melakukan operasi besar dan menentukan terhadap Iran di kawasan Teluk Persia dalam beberapa hari mendatang—sebuah operasi amfibi yang disertai serangan berat terhadap infrastruktur Iran di wilayah selatan negara tersebut.
- Laporan dari media besar seperti The New York Times dan The Washington Post yang menyebutkan bahwa sejumlah negara Arab di kawasan Teluk, yang dipimpin Arab Saudi, telah dan masih sepenuhnya berkoordinasi dengan Amerika Serikat dan Israel sebelum maupun setelah serangan militer—dinilai benar. Amerika Serikat menyerang Iran dengan tekanan bersama dari negara-negara tersebut dan Israel; pada kenyataannya mereka adalah mitra utama dalam perang ini, dengan tujuan bersama yaitu “kehancuran total Iran.”
Berdasarkan persepsi tersebut, masih harus dilihat apa agenda sebenarnya Amerika Serikat dalam beberapa hari ke depan: “diplomasi besar yang nyata” atau “perang yang lebih besar.”
Namun dapat diperkirakan bahwa:
- Iran telah mempersiapkan diri menghadapi serangan militer Amerika Serikat dan Israel sebelum dimulainya negosiasi Februari 2026; karena itu selama sekitar satu bulan terakhir Iran melakukan pembalasan secara kuat sehingga mengacaukan perhitungan Amerika Serikat dan sekutunya.
- Saat ini Iran juga telah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan perang yang lebih besar oleh Amerika Serikat dan para sekutunya.
Jika Anda mau, saya juga bisa:
- merapikan menjadi format berita media Indonesia (gaya Kompas/Antara), atau
- membuat ringkasan inti berita dalam 5 poin.


