Al-Quds, Purna Warta – Menteri Luar Negeri rezim Israel menyebut Hizbullah sebagai penghalang utama normalisasi hubungan dengan Lebanon dan menyerukan kerja sama pemerintah Lebanon dengan rezim tersebut. Gideon Sa’ar menyinggung perselisihan perbatasan dengan Lebanon, namun berupaya menggambarkan perselisihan tersebut sebagai hal kecil dan tidak terlalu penting.
Menteri Luar Negeri Israel juga mengumumkan bahwa perundingan antara rezim ini dengan Lebanon akan dilanjutkan kembali besok di Washington. Gideon Sa’ar pada saat yang sama menyebut Hizbullah sebagai hambatan utama dalam proses normalisasi antara rezim ini dengan Lebanon, dan menyerukan agar pemerintah Lebanon bekerja sama dengan Israel dalam memerangi Hizbullah.
Laporan-laporan media internasional juga menyebut bahwa Israel dan Lebanon sedang melakukan pembicaraan langsung yang jarang terjadi di Washington untuk memperpanjang gencatan senjata yang rapuh dan membahas kemungkinan kesepakatan jangka panjang. Israel berulang kali menyatakan bahwa pelucutan senjata Hizbullah adalah syarat utama bagi kemajuan perundingan.
Selain itu, beberapa media seperti Reuters dan Associated Press melaporkan bahwa ini adalah salah satu pembicaraan langsung paling signifikan antara Israel dan Lebanon dalam beberapa dekade, di tengah meningkatnya tekanan internasional untuk mencapai stabilitas kawasan.


