Menlu Iran Tekankan Legitimasi dalam Bela Diri

Teheran, Purna Warta – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi memuji koordinasi antara pasukan militer dan korps diplomatik dalam membela negara selama agresi Israel 12 hari terakhir, dan menekankan legitimasi Iran dalam membela diri.

Baca juga: Pemimpin Iran Tekankan Percepatan Pertahanan dan Kemajuan Ilmiah Iran Pasca Perang yang Dipaksakan

“Personel kami di Kementerian Luar Negeri membela ketidakbersalahan rakyat Iran dan legitimasi pembelaan diri dalam menanggapi agresi yang jelas,” tegas Araqchi.

Araqchi menyampaikan pernyataan tersebut pada hari Sabtu, 26 Juli 2025, dalam pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Masoud Pezeshkian dan para pejabat Kementerian Luar Negeri. Ia menekankan bahwa personel Kementerian Luar Negeri bahu-membahu dengan angkatan bersenjata negara selama konflik 12 hari, memastikan koordinasi yang lancar antara front diplomatik dan operasi militer.

“Sejak pukul 6 pagi pada hari serangan, 13 Juni, para pejabat hadir di Kementerian. Banyak yang tidak pulang selama berhari-hari,” ujarnya.

Araqchi menekankan bahwa peran Kementerian Luar Negeri merupakan bagian dari kinerja pemerintah yang lebih luas yang memaksa musuh untuk mundur dan mengupayakan gencatan senjata tanpa prasyarat.

“Musuh mundur karena perlawanan angkatan bersenjata kami dan manajemen luar biasa yang ditunjukkan oleh pemerintah, yang tidak memberikan ruang bagi kelemahan atau kegagalan,” ujarnya.

Menyoroti upaya diplomatik, ia mencatat bahwa lebih dari 120 negara mengutuk serangan tersebut dan menyatakan solidaritas dengan Iran berkat komunikasi ekstensif dari kedutaan besar Iran di seluruh dunia.

“Semua organisasi internasional utama—kecuali Dewan Keamanan PBB dan Dewan Gubernur IAEA—berpihak teguh pada Iran. Organisasi Kerja Sama Shanghai, Gerakan Non-Blok, Dewan Kerja Sama Teluk Persia, Liga Arab, Uni Afrika, dan banyak pemimpin dunia mengakui dan mendukung sikap Iran yang tepat,” kata Araqchi.

Ia menunjukkan bahwa serangan itu terjadi di tengah perundingan diplomatik yang sedang berlangsung, memperjelas siapa yang menggunakan diplomasi dan siapa yang menggunakan kekuatan dan dominasi.

“Periode 12 hari ini menegaskan legitimasi bangsa Iran,” tambahnya.

Baca juga: Dalam Perundingan dengan E3, Iran Tegaskan Hak Pengayaan Mutlak-nya Sesuai NPT

Araqchi juga menyebutkan kerja sama yang berkelanjutan dengan Kantor Urusan Hukum kepresidenan untuk mendokumentasikan kejahatan perang Israel.

Ia mengatakan Kementerian Luar Negeri baru-baru ini berfokus pada Gaza, dengan beberapa seruan yang diserukan untuk mengoordinasikan upaya internasional guna menghentikan kejahatan Israel dan mencegah kelaparan yang digunakan oleh rezim Zionis sebagai senjata perang.

“Perlawanan rakyat di Gaza telah menghalangi musuh (Zionis) untuk mendapatkan konsesi politik selama negosiasi gencatan senjata,” ujarnya.

Sebagai penutup, Araqchi memuji kepemimpinan Pezeshkian yang kuat dan energik, yang menurutnya meningkatkan moral dan memungkinkan koordinasi yang efektif di tengah krisis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *