Menlu Iran: Pesan Langsung Ditukar dengan AS

Teheran, Purna Warta – Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi mengonfirmasi bahwa Iran telah bertukar pesan dengan AS, baik secara langsung maupun melalui perantara, selama upaya diplomatik baru-baru ini, tetapi menekankan bahwa negosiasi dengan Washington masih menemui jalan buntu.

Baca juga: Presiden Iran: Menyerah Mustahil bagi Iran

Kebijakan luar negeri Iran akan mengambil setiap tindakan yang diperlukan untuk melindungi kepentingan negara, ujar Araqchi kepada wartawan di akhir kunjungannya ke New York untuk menghadiri sidang tahunan Majelis Umum PBB, di mana ia mengadakan beberapa pertemuan dengan perwakilan dari tiga negara Eropa, Sekjen PBB, dan Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).

Araqchi mengatakan upaya telah dilakukan untuk mencapai kompromi di antara proposal-proposal tersebut, tetapi “karena tuntutan AS yang berlebihan dan keselarasan Eropa dengan proposal-proposal tersebut, tidak ada kesepakatan yang tercapai.”

“Prioritas kami adalah membela hak dan kepentingan rakyat Iran, dan tidak ada kesepakatan yang merugikan mereka yang akan diterima,” tegasnya.

Menteri Luar Negeri menanggapi kekhawatiran atas apa yang disebut mekanisme snapback, dengan mengatakan beberapa pihak memperkirakan mekanisme tersebut akan mengintimidasi Iran agar memberikan konsesi. “Bukan itu masalahnya. Rakyat akan melihat bahwa tidak akan ada sanksi ekonomi baru selain yang diberlakukan AS sebelumnya. Beberapa daftar sanksi mungkin akan ditambahkan atau dihapus, yang dampak praktisnya terbatas, tetapi implikasi politik dan strategisnya juga harus ditangani,” jelasnya.

Baca juga: Jenderal Iran: Setidaknya 16 Pilot Israel Tewas dalam Serangan Rudal Iran pada Bulan Juni

Araqchi menegaskan kembali bahwa tindakan Iran sepanjang minggu menunjukkan komitmennya untuk melindungi kepentingan nasional, terlepas dari tekanan eksternal, dan menggarisbawahi kesia-siaan mengharapkan konsesi di bawah tekanan AS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *