Riyadh, Purna Warta – Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menggelar pembicaraan melalui sambungan telepon pada Sabtu untuk membahas perkembangan terbaru di kawasan Timur Tengah.
Menurut laporan Kantor Berita Arab Saudi (SPA) yang dikutip oleh Mehr News, kedua menteri luar negeri bertukar pandangan mengenai situasi terkini di kawasan serta berbagai isu yang menjadi perhatian bersama.
Dalam percakapan tersebut, kedua pihak menegaskan pentingnya melanjutkan koordinasi dan konsultasi bersama guna mendukung terwujudnya keamanan dan stabilitas di kawasan.
Sebelumnya, Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Mohammed bin Salman, juga melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam pembicaraan tersebut, kedua pemimpin membahas berbagai perkembangan regional dan internasional, termasuk proses dialog antara Washington dan Teheran.
Kedua pemimpin juga menekankan pentingnya menjaga keamanan jalur pelayaran internasional serta mempertahankan stabilitas kawasan di tengah meningkatnya dinamika geopolitik di Timur Tengah.
Hubungan Arab Saudi dan Amerika Serikat tetap menjadi salah satu pilar utama keamanan di Timur Tengah meskipun kedua negara mengalami sejumlah perbedaan pandangan dalam beberapa tahun terakhir. Kerja sama keduanya mencakup bidang pertahanan, keamanan energi, pemberantasan terorisme, serta stabilitas kawasan, sementara komunikasi tingkat tinggi antara para pejabat kedua negara rutin dilakukan untuk membahas berbagai krisis regional.
Salah satu isu utama yang menjadi perhatian dalam pembicaraan kedua negara adalah perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran. Washington dan Teheran secara berkala melakukan pembicaraan mengenai isu nuklir dan keamanan regional, sementara Arab Saudi mendukung upaya diplomasi yang dapat mengurangi ketegangan di kawasan. Setelah memulihkan hubungan diplomatik dengan Iran pada 2023 melalui mediasi Tiongkok, Riyadh berupaya menjaga keseimbangan antara dialog dengan Teheran dan kemitraan strategisnya dengan Amerika Serikat.
Keamanan pelayaran di Teluk Persia, Laut Merah, dan Selat Hormuz juga menjadi agenda penting dalam koordinasi kedua negara. Jalur-jalur tersebut merupakan salah satu rute perdagangan energi paling vital di dunia, sehingga setiap peningkatan ketegangan atau gangguan terhadap kebebasan navigasi dapat berdampak langsung pada stabilitas ekonomi dan pasar energi global.


