Markas Besar “Khatam al-Anbiya”: Amerika Terpaksa Menyerang Pesawat dan Pasukannya Sendiri

Kehancuran

Tehran, Purna Warta – Juru bicara Markas Besar “Khatam al-Anbiya” menyatakan bahwa pasukan musuh yang kalah terpaksa melakukan serangan keras terhadap pesawat yang jatuh, untuk mencegah Presiden Donald Trump mengalami kehinaan dan runtuhnya wibawa palsu militernya.

Dalam penjelasannya, Kolonel Ibrahim Dhu al-Faqari, juru bicara markas, menegaskan bahwa upaya putus asa tentara Amerika untuk menyelamatkan pilot jet tempur yang jatuh gagal total. Setelah pasukan Iran menutup area operasi, musuh yang kalah terpaksa menembakkan artileri ke pesawat yang jatuh beserta peralatan, komandan, dan tentaranya sendiri.

Dalam pernyataan lengkapnya:

“Dengan pertolongan Allah dan kesiapsiagaan pasukan Islam di Angkatan Bersenjata, serta penggunaan perang elektronik, sistem pertahanan udara modern, dan penerapan strategi pertahanan darat bertingkat, sejumlah pesawat musuh berhasil dihancurkan. Termasuk dua pesawat angkut militer C-130 dan dua helikopter Black Hawk, yang akhirnya terpaksa mendarat di wilayah selatan Isfahan.

Setelah operasi pengepungan selesai, musuh terpaksa menyerang pesawat jatuh dan peralatan mereka sendiri untuk menyelamatkan citra Trump dan menjaga wibawa militernya yang rapuh. Presiden Amerika dan jenderal-jenderalnya menyadari bahwa setiap agresi atau infiltrasi ke wilayah Iran akan berakhir dengan kegagalan memalukan, berkat keberanian dan kesiapan pasukan Iran serta dukungan rakyat.

Kemenangan ini adalah buah dari pertolongan ilahi, dan kami yakin janji Allah akan kemenangan mutlak pihak yang benar atas kebatilan pasti akan terwujud.”

Pernyataan ini menegaskan bahwa semua operasi pertahanan Iran dilakukan dengan koordinasi strategis, kekuatan pasukan darat, udara, dan elektronik, serta keyakinan akan dukungan ilahi dalam menghadapi agresi militer Amerika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *