Lebih dari 3.370 Warga Iran Gugur dalam Perang AS-Israel

Teheran, Purna Warta – Kepala Organisasi Kedokteran Forensik Iran menyebutkan jumlah korban tewas akibat perang agresi AS-Israel terhadap negara itu mencapai 3.375 orang, dan mencatat bahwa sekitar 40 persen dari jenazah awalnya tidak dapat diidentifikasi karena jenis bom dan rudal yang digunakan oleh musuh.

Menjelaskan kinerja Organisasi Kedokteran Forensik Iran selama 40 hari perang yang dipaksakan terhadap Iran, Abbas Masjedi mengatakan sebagian besar warga Iran yang gugur dalam perang tersebut adalah warga sipil yang tidak bersalah, anak-anak, orang tua, dan individu yang bekerja di pusat-pusat administrasi.

Sejak awal perang agresi AS-Israel pada 28 Februari hingga jam terakhir 10 April, total 3.375 warga Iran gugur, di antaranya 2.875 laki-laki dan 496 perempuan, katanya.

Masjedi mencatat bahwa saat ini, empat jenazah masih belum ditemukan karena parahnya dan jenis luka yang diderita.

Mengutuk pemboman keji terhadap sebuah sekolah dasar di kota Minab, Iran selatan, pada 28 Februari sebagai insiden yang memilukan, pejabat itu mengatakan lebih dari 160 anak gugur dalam serangan AS-Israel tersebut.

“Karena jenis bom dan rudal yang digunakan oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis yang kriminal, sekitar 40 persen jenazah para martir awalnya tidak dapat diidentifikasi, tetapi rekan-rekan kami di seluruh negeri, terutama di Teheran, Isfahan, dan Hormozgan, berhasil mengidentifikasi jenazah-jenazah ini dan menyerahkannya kepada keluarga mereka,” kata Masjedi.

Amerika Serikat dan rezim Israel melancarkan kampanye militer skala besar tanpa provokasi terhadap Iran setelah pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam saat itu, Ayatollah Seyed Ali Khamenei, bersama beberapa komandan militer senior dan warga sipil pada 28 Februari.

Serangan tersebut melibatkan serangan udara ekstensif terhadap lokasi militer dan sipil di seluruh Iran, menyebabkan banyak korban dan kerusakan infrastruktur yang meluas.

Sebagai tanggapan, Angkatan Bersenjata Iran melakukan operasi pembalasan, menargetkan posisi Amerika dan Israel di wilayah pendudukan dan di pangkalan regional dengan gelombang rudal dan drone.

Perang telah dihentikan selama dua minggu setelah gencatan senjata yang dimediasi Pakistan pada 8 April.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *