Teheran, Purna Warta – Kementerian Luar Negeri Iran akan mendirikan pusat dokumentasi yang diberi nama mantan Menteri Luar Negeri Kamal Kharrazi, kata kepala Institut Studi Politik dan Internasional (IPIS) di kementerian tersebut.
Saeed Khatibzadeh, kepala Institut Studi Politik dan Internasional Kementerian Luar Negeri Iran, mengumumkan pada hari Minggu bahwa kementeriannya akan meluncurkan “Pusat Dokumentasi Martir Kamal Kharrazi.”
Berbicara pada upacara bertajuk “Muharram dan Asyura dalam Cermin Dokumen Kementerian Luar Negeri”, Khatibzadeh memberikan penghormatan kepada Kharrazi, mengingat bahwa Pusat Dokumentasi Kementerian Luar Negeri didirikan pada masa jabatannya.
Dia menggambarkan pusat tersebut sebagai salah satu warisan mendiang diplomat tersebut.
Ia menambahkan bahwa “Pusat Dokumentasi Martir Kamal Kharrazi” akan segera diresmikan atas namanya, di samping museum khusus untuk dokumen Kementerian Luar Negeri.
Khatibzadeh lebih lanjut mengatakan kementerian telah membuka akses ke lebih dari 50 juta dokumen mengenai diplomasi dan hubungan luar negeri sebagai bagian dari arsip khusus Iran.
Kharrazi, yang menjabat sebagai menteri luar negeri Iran dari tahun 1997 hingga 2005 dan sebagai duta besar negara tersebut serta perwakilan tetap Iran untuk PBB dari tahun 1989 hingga 1997, adalah seorang pendukung multilateralisme, hukum internasional, dan diplomasi yang terkemuka. Ia juga secara teratur berpartisipasi dalam konferensi tahunan “Pemimpin Perdamaian” di Paris dan menekankan cara-cara damai untuk menyelesaikan perselisihan.
Kharrazi menjadi martir pada tanggal 9 April 2026, setelah mengalami luka kritis dalam serangan Israel terhadap kediamannya di Teheran pada tanggal 1 April. Serangan yang dilakukan oleh rezim Zionis juga menewaskan istrinya. Kemartirannya digambarkan sebagai serangan tidak hanya terhadap warga sipil tetapi juga terhadap diplomasi dan keterlibatan internasional yang damai.


