Tehran, Purna Warta – – Kementerian Kesehatan, Perawatan, dan Pendidikan Medis Iran mengumumkan data terbaru mengenai korban tewas dan luka-luka akibat agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, termasuk evakuasi 8 rumah sakit setelah serangan tersebut.
Kementerian mempublikasikan rincian terbaru mengenai kondisi korban tewas dan luka-luka, serta skala kerusakan pada infrastruktur medis di seluruh negara hingga hari Minggu, 5 April 2026, atau hari ke-37 perang.
Laporan tersebut mencatat bahwa provinsi Teheran dan Hormozgan (selatan Iran) mencatat jumlah korban tewas tertinggi. Dari korban yang luka-luka, tercatat 4.721 perempuan, 1.917 anak di bawah usia 18 tahun, dan 68 bayi di bawah usia 2 tahun.
Dalam bidang perawatan medis, 32.533 orang telah mendapatkan perawatan dan telah dipulangkan, sementara 480 pasien masih menjalani perawatan, dan 1.200 operasi telah dilakukan bagi korban luka-luka hingga saat ini.
Selain itu, 117 tenaga medis dan paramedis terluka, sementara 24 pekerja kesehatan tewas di garis depan menangani krisis. Sejak awal agresi, tercatat juga 251 perempuan, 216 anak di bawah 18 tahun, dan 17 anak di bawah 5 tahun tewas.
Kerusakan infrastruktur kesehatan dan medis juga dilaporkan signifikan, dengan 54 pusat darurat, 46 unit medis, dan 216 pusat kesehatan mengalami kerusakan. Selain itu, 8 rumah sakit dievakuasi, dan 41 ambulans rusak akibat serangan.
Kementerian menegaskan bahwa agresi ini berdampak luas terhadap sistem pelayanan kesehatan, menambah tekanan pada tenaga medis dan fasilitas yang sudah berjuang untuk menangani korban sipil.


