Tehran, Purna Warta – Kementerian Intelijen Iran mengumumkan penangkapan anggota dua sel operasional yang berafiliasi dengan Mossad, selain seorang agen yang berencana mengirimkan informasi dari salah satu pusat militer negara itu ke luar negeri. Operasi tersebut dilakukan di enam provinsi Iran. Selain itu, seorang teroris dilaporkan tewas dalam bentrokan bersenjata.
Baca juga: Uni Eropa Perketat Sanksi terhadap Pemukim Zionis
Dalam pernyataannya yang dirilis hari Minggu, Ministry of Intelligence of Iran menjelaskan bahwa sebuah tim operasional beranggotakan empat orang yang terkait dengan Mossad berhasil diidentifikasi di Provinsi Azerbaijan Barat, Iran barat laut. Kelompok itu disebut tengah mempersiapkan aksi teror di provinsi tersebut dan juga di ibu kota, Teheran.
Pernyataan itu menambahkan bahwa kelompok tersebut menerima dana dari Mossad secara bertahap dan berencana melakukan operasi teroris terhadap sejumlah pusat sensitif serta lokasi pemerintahan, selain merencanakan pembunuhan seseorang di Teheran. Kelompok itu disebut berada dalam pengawasan intelijen Direktorat Keamanan Umum Provinsi Azerbaijan Barat dan Direktorat Keamanan di Teheran.
Kementerian tersebut juga menyatakan bahwa berkat pemantauan intelijen oleh aparat keamanan di Provinsi Kerman dan Alborz, satu sel operasional lain yang berafiliasi dengan musuh Zionis berhasil diidentifikasi, dan para anggotanya ditangkap atas tuduhan merencanakan aksi teror terhadap angkatan bersenjata Iran.
Kementerian menambahkan bahwa sejauh ini tiga anggota sel teroris tersebut telah ditangkap. Aparat juga menyita sejumlah besar senjata dan perangkat mata-mata yang mereka miliki, termasuk:
- tiga pesawat kecil bermotor khusus untuk transportasi,
- tiga pistol,
- satu senapan jenis Winchester,
- satu senapan runduk,
- sejumlah besar amunisi dan peluru,
- beberapa perangkat komunikasi jarak jauh
- ,satu perangkat penerima Starlink,
- serta rompi antipeluru.
Dalam laporan terpisah, Direktorat Keamanan Umum Provinsi Qazvin mengumumkan bahwa melalui operasi pemantauan dan pengawasan, seorang “pengkhianat negara” bernama Masoud-T berhasil diidentifikasi dan ditangkap. Ia diduga berencana menyelundupkan informasi rahasia terkait sebuah pusat militer ke luar negeri. Penangkapan dilakukan di wilayah perbatasan utara Iran.


