Gaza, Purna Warta – Hamas menanggapi laporan-laporan mengenai pemulihan kemampuan militer gerakan tersebut di Gaza dengan menyatakan bahwa narasi semacam itu bertujuan membenarkan peningkatan serangan dan kelanjutan blokade terhadap Jalur Gaza.
Baca juga: Abu Ubaidah: Operasi “Qalandia” Menunjukkan Berlanjutnya Semangat Perlawanan di Tepi Barat
Menurut laporan kantor berita Shehab News Agency, Hazem Qassem menyatakan bahwa laporan-laporan media rezim Zionis mengenai pengembangan kemampuan militer Hamas atau kemungkinan pelaksanaan serangan dari Jalur Gaza merupakan bagian dari upaya untuk membenarkan peningkatan “agresi” terhadap rakyat Palestina dan memperbesar tekanan terhadap penduduk Gaza.
Ia menegaskan bahwa Hamas tetap berkomitmen pada Kesepakatan Sharm el-Sheikh untuk menghentikan perang di Jalur Gaza, meskipun menurutnya rezim Zionis telah ribuan kali melanggar kesepakatan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan setelah Channel 13 rezim Zionis melaporkan adanya penyampaian sebuah dokumen “sangat rahasia” kepada para pejabat politik rezim tersebut. Dokumen itu disebut memperingatkan tentang pemulihan kemampuan militer Hamas di Gaza.
Menurut laporan tersebut, Hamas sedang mengumpulkan informasi mengenai pasukan militer rezim Zionis di Jalur Gaza dan merekrut puluhan personel bersenjata baru untuk setiap batalion.
Baca juga: “Nakba” Baru di Al-Quds yang Diduduki: Israel Tingkatkan Penghancuran di Silwan dekat Al-Aqsa
Laporan itu juga menyebutkan bahwa Hamas setiap bulan memproduksi ratusan bom rakitan, mortir, dan rudal antitank. Selain itu, pelatihan teori dan praktik bagi anggota gerakan tersebut tetap berlangsung meskipun pasukan rezim Zionis berada di wilayah itu.
Channel 13 juga mengklaim bahwa sejak diberlakukannya gencatan senjata, puluhan hingga ratusan latihan dan manuver militer yang berkaitan dengan Hamas telah dilaksanakan. Gerakan itu juga disebut tengah membangun kembali dan memperkuat infrastruktur yang sudah ada, meskipun dalam kondisi saat ini tidak menggali terowongan baru.


