Teheran, Purna Warta – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengecam pernyataan Presiden Komisi Eropa tentang mempertahankan sanksi terhadap Iran sebagai tindakan munafik dan memalukan, dan menolak pembenaran hak asasi manusia sebagai dalih.
Dalam unggahan di akun X-nya pada Senin malam, Baqaei membagikan gambar yang menyoroti komentar Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, yang mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk mencabut sanksi terhadap Iran dan menyerukan “perubahan mendasar” di negara tersebut.
Menanggapi pernyataan tersebut, Baqaei mengkritik standar ganda Eropa dan mempertanyakan kredibilitas posisi tersebut di panggung global.
“Sanksi Uni Eropa yang tidak manusiawi terhadap Iran bukanlah tentang ‘hak asasi manusia’—sanksi tersebut dirancang untuk menginjak-injak hak-hak dasar rakyat Iran biasa. Tidak ada yang percaya pada sandiwara moral yang usang ini,” katanya.
“Sikap seperti itu tidak akan memberi Anda—atau konstituen Anda—sedikit pun kredibilitas di panggung dunia,” tambah juru bicara Iran itu.
“Jika ada, hal itu hanya semakin menunjukkan standar ganda dan kemunafikan kelas penguasa Eropa, dan mempercepat kemerosotan Eropa yang memalukan menuju ketidakrelevanan,” tambah Baqaei.


