Purna Warta – Pertandingan Atletico Madrid vs Arsenal akan tersaji pada babak semifinal Liga Champions 2025-2026 dengan nuansa emosional. Duel ini digelar di Estadio Metropolitano, Kamis, 30 April 2026 pukul 02.00 WIB.
Kapten Atletico Madrid, Koke, mengaku merasakan ketegangan menjelang laga penting tersebut. Ia menggambarkan atmosfer jelang pertandingan seperti pengalaman kencan pertama yang penuh rasa gugup.
Atletico kembali ke semifinal Liga Champions untuk pertama kalinya sejak 2017. Momentum ini membawa harapan baru bagi klub yang belum pernah mengangkat trofi kompetisi elite Eropa tersebut.
Di sisi lain, Arsenal datang sebagai pemuncak klasemen Liga Inggris di bawah arahan Mikel Arteta. Pertemuan dua tim dengan karakter berbeda ini menjanjikan duel taktis yang menarik.
Koke secara terbuka membagikan perasaannya menjelang laga besar ini. Ia mengibaratkan momen tersebut seperti bertemu orang yang disukai untuk pertama kalinya.
“Ketika tanggalnya semakin dekat, perut terasa mulas, seperti saat kencan pertama dengan perempuan yang kamu sukai,” ujar Koke. Ia menambahkan bahwa rasa gugup itu hilang ketika pemain mulai pemanasan.
Gelandang berusia 34 tahun itu sudah memiliki pengalaman panjang di Liga Champions. Ia pernah tampil di final 2014 dan 2016, tapi keduanya berakhir kekalahan dari Real Madrid.
Meski demikian, Koke tidak menganggap ini sebagai kesempatan terakhirnya meraih trofi. Ia memilih menikmati setiap momen di musim ini tanpa tekanan berlebih
Atletico Madrid masih menyimpan kenangan pahit di Liga Champions. Kekalahan di final dan kegagalan musim lalu menjadi motivasi tambahan bagi skuad asuhan Diego Simeone.
Simeone menegaskan timnya tidak merasa berhak atas apa pun di kompetisi ini. Ia percaya hasil hanya bisa diraih melalui kerja keras dan sedikit keberuntungan.
Pelatih asal Argentina itu juga menilai pencapaian ke semifinal sudah menjadi hal luar biasa. Dalam 14 tahun kepemimpinannya, ini adalah kali keempat Atletico mencapai fase tersebut.
Namun, Atletico harus menghadapi laga tanpa Pablo Barrios yang mengalami cedera paha. Absennya gelandang muda itu dinilai berdampak besar bagi keseimbangan tim.


