Juru Bicara Iran: IAEA Harus Menghindari Sikap Politik

Teheran, Purna Warta – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menekankan perlunya Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) untuk melaksanakan tugas teknisnya dan menghentikan pendekatan politik.

Baca juga: Presiden Iran Kecam Standar Ganda IAEA

Berbicara pada konferensi pers pada hari Senin, Esmaeil Baqaei mengomentari RUU terbaru yang disahkan oleh Parlemen Iran tentang penangguhan kerja sama Teheran dengan badan nuklir PBB.

Juru Bicara Kemlu Iran mengatakan IAEA adalah organisasi internasional dengan tugas yang ditetapkan dengan jelas dan direktur jenderalnya juga telah menetapkan tugas.

“Yang kami tuntut adalah agar direktur jenderal (IAEA) bertindak dalam kerangka tugas teknisnya tanpa dipengaruhi oleh anggota badan tertentu,” kata Baqaei.

Menyesalkan kebijakan tak tahu malu troika Eropa selama dua dekade terakhir untuk memberikan tekanan pada Iran, juru bicara tersebut mengatakan Teheran selalu meminta badan nuklir PBB tersebut untuk menghindari sikap politik.

Ia mencatat bahwa laporan “tidak pantas” terbaru oleh kepala IAEA tentang Iran memberikan dasar bagi resolusi yang dipolitisasi terhadap Republik Islam oleh Dewan Gubernur IAEA.

Baqaei juga mengutuk serangan militer ilegal berikutnya oleh AS dan rezim Zionis terhadap Iran, dengan mengatakan, “Apa yang terjadi adalah tindakan agresi. Permintaan utama kami saat ini adalah pengakuan terhadap agresor. Agresor tersebut jelas diketahui dan Dewan Keamanan PBB harus mengakuinya.”

Komentarnya muncul setelah Parlemen Iran meloloskan RUU yang mewajibkan pemerintah untuk menangguhkan kerja samanya dengan Badan Energi Atom Internasional.

Baca juga: Wamenlu Iran Bantah Rencana Pembicaraan Iran-AS

Keputusan untuk menangguhkan kerja sama dengan badan nuklir PBB itu muncul sebagai respons terhadap Kepala IAEA Rafael Grossi yang laporannya yang bias terhadap Iran membuka jalan bagi resolusi yang kemudian mendorong rezim Israel untuk melancarkan perang agresi terhadap Iran dan juga mendorong AS untuk mengebom tiga lokasi nuklir utama Iran di Isfahan, Fordow dan Natanz.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *