Jenderal Iran: Sebagian Besar Kapasitas Militer Iran Masih Belum Dimanfaatkan

Teheran, Purna Warta – Seorang jenderal senior menyoroti kesiapan militer penuh Iran untuk menghadapi segala skenario musuh, memperingatkan rezim Israel bahwa Republik Islam tersebut belum memanfaatkan kapasitas kekuatan angkatan lautnya maupun Pasukan Quds IRGC.

Baca juga: Israel Kehilangan Kendali Saat Geng Kriminal Menguasai Tel Aviv Selatan

Dalam komentarnya pada hari Senin, Mayor Jenderal Yahya Rahim Safavi mengatakan Iran telah memberikan pukulan telak kepada rezim Zionis sebagai balasan atas tindakan agresi Israel.

Ia menekankan bahwa Angkatan Bersenjata Iran sepenuhnya siap untuk melawan segala rencana permusuhan.

“Zionis menyadari bahwa sebagian pasukan kami, seperti Angkatan Laut dan Pasukan Quds (IRGC), belum turun tangan. Bahkan Angkatan Darat belum mengambil tindakan dengan kapasitas kekuatan penuh,” ujar sang jenderal, yang juga merupakan penasihat militer utama Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Sayid Ali Khamenei.

Ia mencatat bahwa Iran telah memproduksi “ribuan rudal dan drone” dan menyimpannya di tempat yang aman.

Jenderal tersebut mengingatkan musuh bahwa mustahil menghancurkan pengetahuan, yang telah membantu Iran memanfaatkan energi nuklir untuk tujuan damai dan memproduksi rudal dalam negeri.

Mencap Perdana Menteri Israel sebagai penjahat alami yang telah membantai 60.000 warga Palestina di Gaza untuk tujuan politiknya, Mayor Jenderal Rahim Safavi mengatakan bahwa rezim Zionis tidak mencapai tujuannya dengan menyerang Iran yang mengakibatkan gugurnya 935 warga sipil, komandan militer, dan ilmuwan nuklir.

Merujuk pada pukulan telak yang dilancarkan Iran terhadap rezim Zionis meskipun laporan kerusakan terhadap target-target Israel disensor secara ketat, sang jenderal mengatakan rezim Zionis belum pernah mengalami serangan balik yang begitu ekstensif sepanjang sejarahnya.

Meskipun Iran meluncurkan ratusan rudal ke wilayah-wilayah pendudukan setiap hari, beberapa rudal tersebut memiliki hulu ledak yang terbagi menjadi 80 bagian dan mencakup area target seluas 40 kilometer persegi, tambahnya.

Rezim Zionis melancarkan perang agresi yang tak beralasan terhadap Iran pada 13 Juni. Rezim tersebut melancarkan serangan udara terhadap fasilitas nuklir, militer, dan permukiman Iran yang mengakibatkan lebih dari 930 orang gugur, termasuk para komandan militer tinggi, ilmuwan nuklir, dan warga sipil.

Baca juga: Araqchi: Negara-Negara Regional Bertekad Melawan Ancaman Israel

Pasukan militer Iran segera melancarkan serangan balik. Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam melancarkan 22 gelombang serangan rudal balasan terhadap rezim Zionis sebagai bagian dari Operasi Janji Sejati III yang menimbulkan kerugian besar di berbagai kota di wilayah-wilayah pendudukan.

Gencatan senjata yang mulai berlaku pada tanggal 24 Juni menghentikan pertempuran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *