Gaza, Purna Warta – Pasukan pendudukan Israel pada Minggu (26/5) menghancurkan pusat dialisis Noura al-Kaabi di Gaza utara, fasilitas vital yang terafiliasi dengan Rumah Sakit Indonesia. Rumah sakit ini telah berkali-kali dikepung oleh militer Israel, yang bahkan menembaki siapa pun yang bergerak di area sekitarnya.
Awal bulan ini, Kantor Media Pemerintah di Gaza telah memperingatkan bahwa rumah sakit-rumah sakit di wilayah tersebut berada di ambang kehancuran total.
Baca Juga : Al-Mashat Peringatkan Perusahaan Asing untuk Hentikan Investasi di Israel
Pasien Gagal Ginjal Terancam Bencana Kemanusiaan
Kementerian Kesehatan di Gaza menegaskan bahwa penghancuran pusat dialisis tersebut menempatkan “kesehatan pasien ginjal pada risiko bencana yang tak terbayangkan.”
Dalam pernyataannya, Kementerian menyebutkan bahwa “41% pasien gagal ginjal telah meninggal selama agresi karena tidak dapat mengakses pusat dialisis dan akibat kehancuran fasilitas medis yang mereka butuhkan.”
Kementerian juga menuduh pendudukan Israel menjalankan strategi berbahaya untuk mengosongkan Gaza utara dari rumah sakit dan pusat layanan kesehatan khusus.
Baca Juga : Iran dan Venezuela Tegas Lawan Arogansi Global
240 Unit Rumah Hancur dalam Beberapa Hari Terakhir
Dalam perkembangan terkait, Direktur Kantor Media Pemerintah Gaza, Ismail al-Thawabta, mengatakan kepada Anadolu Agency pada Minggu bahwa pasukan Israel telah menghancurkan 240 unit rumah warga di berbagai wilayah Gaza dalam beberapa hari terakhir.
Ia menekankan bahwa rumah-rumah yang hancur tersebut dihuni oleh keluarga sipil dan tidak memiliki kaitan dengan target militer seperti yang diklaim oleh pendudukan.
Al-Thawabta menyebut pembantaian berulang oleh Israel membawa pesan yang jelas: “menyerah dan runtuh total, atau musnah dan dihancurkan sepenuhnya.”
Baca Juga : Inggris Tingkatkan Produksi Senjata Secara Drastis di Tengah Krisis Persediaan
Rakyat Palestina Tidak Akan Tunduk
Namun, ia menegaskan bahwa pesan pendudukan tersebut “ditolak dan tidak akan berhasil.” Ia menambahkan, “Rakyat Palestina, yang telah bertahan selama puluhan tahun, tidak akan dihancurkan oleh buldoser maupun rudal pendudukan.”
Pejabat Palestina itu juga menyerukan kepada komunitas internasional untuk segera bertindak menghentikan pertumpahan darah yang terus berlangsung di Jalur Gaza.
Perang genosida yang dilancarkan Israel terus menewaskan puluhan warga setiap harinya. Pada Minggu, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan jumlah korban jiwa telah mencapai 54.418 syuhada, dengan 124.190 luka-luka sejak 7 Oktober 2023.


