Teheran, Purna Warta – Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) mengatakan Pasukan Dirgantaranya menghancurkan hanggar yang menampung jet tempur F-15, F-16 dan F-35 AS dan memusnahkan sejumlah drone strategis MQ-9 di Pangkalan Udara Al-Azraq AS di Yordania selama gelombang baru Operasi Nasr-2.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Rabu pagi, IRGC mengatakan serangan itu dilakukan sebagai respons terhadap agresi militer AS yang baru terhadap Iran. Dikatakan bahwa operasi tersebut menargetkan fasilitas militer AS di Al-Azraq sebagai bagian dari gelombang keenam Operasi Nasr-2.
Menurut pernyataan itu, operasi tersebut menghancurkan hanggar yang digunakan oleh jet tempur F-15, F-16 dan F-35 dan juga memusnahkan beberapa drone strategis MQ-9 AS yang ditempatkan di pangkalan tersebut.
Berbicara kepada masyarakat Yordania, IRGC menggambarkan negara Arab tersebut sebagai tanah suci yang diasosiasikan dengan para nabi dan mengatakan bahwa negara tersebut tidak boleh menjadi tuan rumah bagi penjajah dan penjahat internasional.
Pernyataan tersebut mendesak warga Yordania, yang dikatakan telah menyaksikan tindakan AS dan Israel terhadap rakyat Palestina lebih dekat dibandingkan negara lain, untuk berupaya mengakhiri kehadiran pasukan AS di wilayah mereka dan mencegah Yordania digunakan sebagai landasan serangan terhadap negara-negara Islam dan bangsa Palestina.
IRGC juga meminta rakyat Yordania untuk memanfaatkan setiap kesempatan untuk membongkar institusi Amerika dan mengusir pasukan Amerika dari negara tersebut.


