Tehran, Purna Warta – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan pelaksanaan gelombang ke-69 dari operasi balasan tersebut, yang menargetkan berbagai industri militer terkait Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan.
Menurut pernyataan yang dirilis pada Jumat oleh kantor hubungan masyarakat IRGC, gelombang terbaru ini berfokus pada sasaran di jantung wilayah pendudukan, termasuk kota Tel Aviv, Acre, dan kawasan Haifa Bay.
Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa tahap terbaru ini menargetkan perusahaan pendukung tempur serta industri yang terkait dengan sektor militer, termasuk industri militer, telekomunikasi, dan radar.
IRGC juga melaporkan serangan terhadap instalasi militer Amerika Serikat di kawasan, dengan menyebutkan targetnya antara lain Ali Al Salem Air Base di Kuwait serta Al-Kharj Military Base, fasilitas yang digunakan untuk penyimpanan bahan bakar dan pasokan bahan bakar bagi pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dan F-35 Lightning II milik Amerika Serikat.
Gelombang ke-69 ini dilaksanakan dengan sukses menggunakan kombinasi berbagai sistem rudal, termasuk sistem rudal strategis Qadr, rudal Kheibar Shekan, rudal jarak menengah Zolfaghar, serta rudal Qiam, selain juga menggunakan drone serang.
Pernyataan Pemimpin Revolusi Iran
Pernyataan IRGC diakhiri dengan mengutip pesan terbaru dari Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei kepada rakyat Iran:
“Musuh tidak hanya berhadapan dengan rudal, drone, torpedo, dan persoalan militer; garis depan Iran jauh lebih luas daripada persepsi sempit dan terbatas yang dimiliki musuh.”
Latar Belakang Operasi
Operation True Promise 4 diluncurkan segera setelah gelombang terbaru serangan yang dianggap ilegal oleh Tel Aviv dan United States terhadap Republik Islam Iran pada akhir bulan lalu.
Serangan balasan tersebut telah menargetkan sejumlah lokasi sensitif dan strategis di wilayah pendudukan, termasuk:
- Tel Aviv
- Jerusalem
- Haifa
- Be’er Sheva
- kawasan Negev Desert
Selain itu, posisi militer Amerika Serikat di berbagai negara kawasan juga menjadi sasaran serangan balasan berkelanjutan, termasuk di:
- Qatar
- Bahrain
- United Arab Emirates
- Kuwait
- Saudi Arabia
- Jordan
Serangan-serangan tersebut merupakan bagian dari operasi balasan Iran terhadap agresi militer terbaru Amerika Serikat dan Israel di kawasan.


