Gaza Menjelang Iduladha; Pengepungan 2,4 Juta Warga di Tengah Ancaman Kelaparan

Terkepung

Gaza, Purna Warta – Kantor Informasi Pemerintah di Jalur Gaza memperingatkan terjadinya krisis kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya menjelang Hari Raya Iduladha. Lembaga tersebut menyatakan bahwa kelanjutan blokade serta pencegahan masuknya bantuan penting dan hewan kurban telah memperburuk kondisi kehidupan lebih dari 2,4 juta penduduk Gaza.

Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Senin, kantor tersebut menyebutkan bahwa Jalur Gaza menghadapi kekurangan parah dan terus meningkat terhadap bahan makanan pokok. Pada saat yang sama, sistem ketahanan pangan di wilayah itu berada di ambang kehancuran akibat pembatasan masuknya barang serta terganggunya pengiriman bantuan kemanusiaan dan komersial.

Pernyataan itu menegaskan bahwa jumlah barang yang tersedia saat ini tidak mampu memenuhi kebutuhan minimum penduduk. Meluasnya kemiskinan, meningkatnya pengungsian, serta hancurnya sumber pendapatan dan produksi turut memperparah krisis kemanusiaan.

Kantor Informasi Pemerintah Gaza juga menyatakan bahwa pembatasan terhadap masuknya bahan bakar dan barang-barang penting telah mengganggu rantai pasokan, memicu kenaikan harga, dan mengurangi kapasitas operasional toko roti, pusat-pusat vital, serta layanan dasar. Situasi tersebut diperkirakan akan semakin memburuk dengan semakin dekatnya Iduladha.

Dalam bagian lain pernyataan itu disebutkan bahwa berdasarkan kesepakatan yang ada, seharusnya setiap hari 600 truk bantuan, termasuk 50 truk bahan bakar, dapat masuk ke Gaza. Namun jumlah truk yang benar-benar masuk tidak pernah melebihi 37 persen dari angka yang disepakati, sementara pasokan bahan bakar hanya mencapai 14 persen dari jumlah yang telah ditetapkan.

Lembaga tersebut menambahkan bahwa selama pekan lalu hanya 1.196 truk dari total 4.200 truk yang dijanjikan berhasil memasuki Gaza, atau setara dengan 28,4 persen dari komitmen yang diumumkan. Jumlah tersebut dinilai jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan, pangan, dan kesehatan warga Gaza yang terus meningkat.

Pernyataan itu juga menyoroti kelangkaan serius hewan ternak dan hewan kurban menjelang Iduladha. Disebutkan bahwa larangan masuknya ternak selama beberapa tahun terakhir telah menyebabkan kekurangan pasokan di pasar hewan kurban dan mendorong kenaikan harga secara tajam.

Kantor Informasi Pemerintah Gaza menilai berlanjutnya kondisi tersebut sebagai bukti kelanjutan kebijakan blokade dan hukuman kolektif terhadap warga sipil, serta menyebutnya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum humaniter internasional.

Di akhir pernyataannya, lembaga itu menyerukan kepada masyarakat internasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan berbagai organisasi internasional agar segera mengambil langkah-langkah darurat untuk membuka seluruh perbatasan secara penuh dan menjamin masuknya bantuan kemanusiaan, bahan bakar, barang-barang pokok, serta hewan ternak ke Jalur Gaza tanpa pembatasan apa pun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *