Teheran, Purna Warta – Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) menghancurkan sisa bangunan fasilitas data Amazon di wilayah tersebut, menggambarkan serangan tersebut sebagai bagian dari operasi pembalasan berkelanjutan terhadap sasaran yang terkait dengan militer AS.
IRGC mengumumkan pada hari Jumat bahwa mereka telah menghancurkan sisa struktur infrastruktur data Amazon selama gelombang ke-27 Operasi Nasr-2.
Baca juga: Qalibaf: Kerja Sama Iran-Irak Kunci Penyelesaian Masalah Regional
Menurut sebuah pernyataan, pasukan IRGC menargetkan dan menghancurkan sisa bangunan fasilitas tersebut dalam penyelesaian operasi sebelumnya terhadap pusat data perusahaan Amerika.
Pernyataan tersebut mencatat bahwa fasilitas Amazon memainkan peran penting dalam memproses dan memasok intelijen kepada militer AS yang melakukan pembunuhan terhadap anak-anak, dan menambahkan bahwa operasi hukuman terhadap sasaran Amerika akan terus berlanjut.
Serangan terbaru ini menyusul serangan IRGC sebelumnya terhadap infrastruktur data Amazon di Bahrain selama gelombang ke-24 Operasi Nasr-2 pada tanggal 21 Juli. IRGC menggambarkan fasilitas tersebut sebagai pusat pemrosesan dan pertukaran informasi utama yang mendukung militer AS dan operasi regionalnya, dan mengidentifikasinya sebagai wilayah cloud Amazon Web Services di Bahrain.
Baca juga: IRGC Hancurkan Depot Amunisi AS di Kuwait
Menurut IRGC, fasilitas tersebut digunakan untuk memproses dan bertukar data militer untuk pasukan AS dan merupakan salah satu infrastruktur komputasi awan yang mendukung operasi Pentagon di bawah program Joint Warfighting Cloud Capability (JWCC).
IRGC mengatakan serangan itu dilakukan sebagai respons terhadap agresi militer AS yang terus berlanjut terhadap wilayah Iran.


