Sorotan Media Asing atas Kemenangan Yaman

Bazatab

Sanaa, Purna Warta – Kemajuan yang dicapai oleh Angkatan Bersenjata Yaman telah menarik perhatian para pengamat serta media internasional dan Barat terkemuka.

Sejumlah media Barat terkemuka dalam laporan dan analisis mereka menilai kemajuan pasukan Angkatan Darat Yaman di pesisir barat Yaman, penguasaan atas pelabuhan strategis Mokha, serta pergerakan menuju Selat Bab al-Mandab dan Pulau Mayyun (Perim) sebagai perkembangan penting sekaligus mengkhawatirkan bagi Amerika Serikat dan Arab Saudi.

Media-media tersebut tidak banyak berfokus pada rincian situasi di lapangan, tetapi lebih menyoroti dampak strategis dari kemajuan tersebut terhadap keamanan energi global, posisi Arab Saudi dan Amerika Serikat, serta keseimbangan kekuatan di kawasan.

Analisis The Guardian: “Bencana Strategis” bagi Arab Saudi dan Amerika Serikat

Surat kabar The Guardian menulis dalam sebuah laporan bahwa penguasaan pesisir dan sejumlah pulau oleh pasukan Houthi (Ansarullah) akan menjadi “bencana strategis bagi Arab Saudi dan Amerika Serikat”. Menurut surat kabar tersebut, perkembangan semacam itu akan semakin mendekatkan Iran dan sekutu-sekutunya pada penguasaan penuh atas dua jalur pelayaran strategis di sisi barat Semenanjung Arab: Selat Bab al-Mandab di ujung selatan Laut Merah dan Selat Hormuz di Teluk Persia.

The Guardian menegaskan bahwa tujuan Ansarullah melakukan kemajuan di wilayah pesisir yang lebih jauh ke selatan dari al-Hudaydah adalah menciptakan alat tekan baru untuk memaksa Arab Saudi dan Amerika Serikat mencapai kesepakatan yang akan mengakhiri blokade terhadap kapal-kapal tanker Iran di Teluk Persia.

The New York Times: Iran Semakin Dekat Menguasai Dua Titik Sempit Strategis

The New York Times menggambarkan penguasaan Pelabuhan Mokha sebagai “kemenangan besar bagi sekutu Iran” dan menulis bahwa langkah tersebut menempatkan kelompok itu pada posisi yang lebih kuat untuk mengancam kapal-kapal di salah satu jalur perdagangan utama dunia.

Sejumlah analis, termasuk Adam Baron, anggota lembaga penelitian New America di Washington, dalam wawancara dengan surat kabar tersebut menyebut kawasan sekitar Mokha dan Bab al-Mandab sebagai “mungkin merupakan aset strategis paling berharga di Yaman”.

Mereka memperingatkan bahwa jika Ansarullah berhasil menguasai wilayah tersebut secara penuh, kedua titik sempit strategis utama di sekitar Semenanjung Arab—Bab al-Mandab dan Hormuz—setidaknya sebagian akan berada di bawah kendali Iran dan sekutu-sekutunya.

Surat kabar tersebut juga menyoroti meningkatnya arti penting Bab al-Mandab setelah perkembangan terkait Selat Hormuz, serta menulis bahwa Arab Saudi telah mengalihkan sebagian besar ekspor minyaknya melalui Laut Merah.

CNN: Pulau Mayyun sebagai “Hadiah Strategis”

CNN menggambarkan Pulau Mayyun (Perim) sebagai “hadiah strategis” dalam perang Iran yang terus meluas. Jaringan berita tersebut menulis bahwa, mengingat Arab Saudi telah mengalihkan ekspor minyaknya dari Hormuz ke Laut Merah, penguasaan pulau kecil tersebut oleh Yaman dapat memungkinkan mereka mencegah kapal-kapal melintasi jalur sempit tersebut.

Salah seorang komandan pasukan pemerintah Yaman yang telah mengundurkan diri mengatakan kepada CNN bahwa jika Houthi (Ansarullah) menguasai pulau tersebut dan mengambil kendali atas Bab al-Mandab, akan diperlukan “kekuatan internasional yang sangat besar dan armada-armada angkatan laut” untuk mengusir mereka.

Para analis jaringan tersebut juga menyinggung kemungkinan Yaman menanam ranjau di selat tersebut dan mengatakan bahwa mereka tidak lagi memerlukan senjata jarak jauh untuk mengancam pelayaran.

CNN juga melaporkan penurunan signifikan arus minyak melalui jalur tersebut dan memperingatkan bahwa kampanye Ansarullah yang berkelanjutan dapat semakin mengganggu jalur tersebut.

Reuters: Pengungkit Luar Biasa dan Ancaman terhadap Dua Selat Sekaligus

Reuters menekankan bahwa penguasaan penuh Bab al-Mandab oleh Yaman dapat memberikan “keuntungan vital” bagi Iran dalam konfrontasinya dengan Amerika Serikat. Hal itu juga dapat mendorong kenaikan tajam harga minyak akibat berkurangnya pasokan melalui koridor transit penting kedua.

Sumber-sumber Yaman mengatakan kepada Reuters bahwa penguasaan Dhu Bab dan Pulau Mayyun merupakan kunci untuk menguasai selat tersebut. Para analis memperingatkan bahwa dominasi Yaman atas jalur perairan tersebut akan semakin mengisolasi negara-negara produsen minyak Teluk dari jalur-jalur pelayaran utama mereka.

Dalam laporan lainnya, para pakar keamanan seperti Andreas Krieg dari King’s College London menilai bahwa “bahaya utama” bukanlah semata-mata penutupan fisik selat tersebut, melainkan “ketidakpastian yang berkelanjutan”. Kondisi ini dapat mengurangi lalu lintas melalui Terusan Suez, membebankan biaya besar kepada Mesir, serta meningkatkan waktu dan biaya perdagangan antara Eropa dan Asia.

Financial Times: Pengungkit Tekanan terhadap Harga Energi

Financial Times menggambarkan penguasaan Pelabuhan Mokha sebagai “pukulan signifikan terhadap Arab Saudi dan pasukan Yaman yang didukungnya” dan menilai hal tersebut memperkuat posisi Iran dalam mempertahankan tekanan terhadap harga energi global.

Analis International Crisis Group, Ahmed Naji, mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa Houthi (Ansarullah) telah lama mempersiapkan diri untuk pertempuran ini dan memandang pesisir sebagai “front strategis terpenting” mereka. Menurutnya, mereka meyakini bahwa penguasaan pesisir akan memungkinkan mereka memaksakan tuntutan mereka kepada Saudi, sekaligus memberikan dukungan yang kuat bagi sekutu mereka, Iran.

Farea al-Muslimi juga memperingatkan bahwa kini Iran secara de facto mengendalikan dua selat penting dunia dan bahwa hal ini menunjukkan “pengabaian terus-menerus terhadap kemampuan Houthi sejak 2014 hingga sekarang”.

Al Jazeera: Titik Balik dalam Perang

Al Jazeera, dengan berfokus pada aspek lapangan dan kemanusiaan, menyebut penguasaan Mokha sebagai “titik balik” dalam perang Yaman.

Analis pertahanan Wolfgang Pusztai memperingatkan mengenai masa depan pasukan pemerintah Yaman yang telah mengundurkan diri dan bergantung pada dukungan Arab Saudi. Ia mengatakan bahwa perkembangan ini dapat menyebabkan “runtuhnya pasukan pemerintah di bagian selatan Yaman”, karena Pelabuhan Mokha merupakan pelabuhan terakhir yang sepenuhnya berada di bawah kendali kelompok yang didukung Saudi tersebut.

Ia menambahkan bahwa penguasaan pelabuhan tersebut memungkinkan Ansarullah memutus jalan menuju Taiz dan memberikan pukulan berat kepada pemerintah yang telah mengundurkan diri.

Al Jazeera juga menyoroti terputusnya jalur-jalur pasokan vital bagi pasukan anti-Ansarullah, termasuk jalan Mokha–Taiz dan jalur-jalur pelabuhan. Para analis jaringan tersebut menegaskan bahwa kini pasukan Yaman dapat menggunakan artileri sederhana—tidak harus rudal atau drone—untuk menegakkan kendali mereka atas selat tersebut.

CNBC: Tren Kenaikan Harga Minyak

CNBC mengutip Hamish Kinnear, analis senior Timur Tengah di perusahaan Verisk Maplecroft, yang mengatakan bahwa penguasaan Mokha merupakan “pukulan besar” bagi Arab Saudi dan membuka kemungkinan kemajuan lebih jauh menuju pesisir Bab al-Mandab serta penguatan kendali atas titik sempit strategis tersebut.

Para ahli strategi dari bank ING juga memperingatkan bahwa infrastruktur energi Arab Saudi dan ekspor minyak mentahnya melalui Laut Merah kini semakin berada dalam ancaman, sementara perkembangan terbaru telah meningkatkan ancaman terhadap pelayaran di sekitar Bab al-Mandab.

Mereka memperkirakan harga minyak, khususnya produk olahan seperti solar, akan mempertahankan tren kenaikannya selama kedua pihak—Iran dan Amerika Serikat—masih menilai bahwa waktu berpihak kepada mereka.

Euronews: Kendali Perlawanan atas Sepertiga Perdagangan Maritim Dunia

Euronews, dengan menyoroti keberhasilan pasukan Angkatan Darat Yaman mencapai Pulau Mayyun yang membagi selat tersebut menjadi dua kanal pelayaran, menyebut langkah tersebut sebagai perkembangan yang “signifikan” yang menempatkan Yaman pada posisi untuk mengendalikan salah satu jalur perdagangan terpenting antara Asia dan Eropa.

Media tersebut menegaskan bahwa dengan penguasaan Yaman atas pulau tersebut, ditambah blokade Iran terhadap Hormuz, sekitar sepertiga perdagangan maritim dunia akan berada di bawah kendali Iran dan sekutu-sekutunya.

Kesimpulan Analisis Media Barat

Media-media Barat secara umum memandang kemajuan tersebut sebagai bagian dari strategi Iran yang lebih luas untuk memberikan tekanan secara bersamaan terhadap dua titik sempit strategis energi dunia.

Mereka berpendapat bahwa, mengingat peran baru Bab al-Mandab sebagai jalur alternatif ekspor minyak Arab Saudi setelah terganggunya Selat Hormuz, setiap upaya Ansarullah untuk mengukuhkan kendali atas pesisir dan pulau-pulau tersebut dapat semakin mengguncang pasar energi, mendorong kenaikan harga minyak, serta memberikan tekanan tambahan terhadap sumber daya militer Amerika Serikat yang sebelumnya telah tersibukkan di front Iran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *